51动漫

51动漫 Official Website

Menguak Kunci Sukses Wisata Halal: Mengapa Literasi Keuangan Syariah Itu Penting?

sumber: okezone travel
sumber: okezone travel

Pariwisata halal kini bukan sekadar tren sesaat, melainkan telah menjadi mesin ekonomi global yang menjanjikan. Sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar, Indonesia memiliki potensi emas untuk memimpin pasar ini. Namun, sebuah studi terbaru yang diterbitkan dalam Journal of Small Business and Enterprise Development (2025) mengungkapkan sebuah fakta menarik: kesuksesan bisnis pariwisata halal ternyata sangat bergantung pada seberapa “melek” para pelakunya terhadap keuangan syariah.

Riset yang dilakukan oleh Siti Mujiatun, Budi Trianto, Eko Fajar Cahyono, dan Rahmayati ini menyoroti hubungan krusial antara literasi keuangan Islam dengan kinerja usaha di sektor pariwisata halal.

Paradoks di Negeri Wisata Halal

Meskipun Indonesia gencar mempromosikan destinasi wisata ramah Muslim攎ulai dari Lombok hingga Sumatera Barat攁da ketimpangan yang terjadi di lapangan. Data menunjukkan bahwa sektor pariwisata halal menarik banyak investor, namun perhatian dari industri perbankan, khususnya perbankan syariah, masih minim.

Fakta mengejutkan lainnya adalah rendahnya penggunaan lembaga keuangan formal. Sebuah data tahun 2017 mencatat hanya 6% pelaku usaha pariwisata yang memanfaatkan lembaga keuangan, sementara 94% sisanya masih mengandalkan pendanaan pribadi. Mengapa ini terjadi? Salah satu penyebab utamanya adalah kurangnya pemahaman (literasi) mengenai produk perbankan syariah.

Bukti Ilmiah: Paham Keuangan Syariah = Bisnis Lebih Maju

Studi ini melakukan survei terhadap 152 pengusaha yang bergerak di ekosistem pariwisata halal. Hasil analisis data menemukan bukti kuat bahwa literasi keuangan Islam memiliki dampak positif dan signifikan terhadap pengembangan usaha.

Secara spesifik, ada dua komponen literasi yang paling berpengaruh:

  1. Kesadaran Keuangan Islam (Islamic Financial Awareness): Mengetahui bahwa opsi pendanaan syariah itu ada.
  2. Keterampilan Keuangan Islam (Islamic Financial Skills): Kemampuan teknis dalam mengelola keuangan berbasis syariah.

Artinya, pengusaha yang tidak hanya “tahu” tapi juga “terampil” dalam keuangan syariah cenderung memiliki bisnis yang lebih berkembang. Selain itu, penggunaan produk keuangan halal itu sendiri terbukti secara statistik mendongkrak kinerja usaha pariwisata.

Apa yang Mendorong Orang Menggunakan Keuangan Syariah?

Jika keuangan syariah begitu bermanfaat, apa yang membuat seorang pengusaha mau menggunakannya? Penelitian ini menemukan tiga faktor penentu utama tercapainya inklusi keuangan syariah:

  • Komunikasi Pemasaran: Bagaimana bank syariah memperkenalkan produknya sangat menentukan.
  • Religiusitas: Keyakinan pribadi pengusaha menjadi dorongan internal yang kuat.
  • Keterampilan Keuangan: Semakin terampil seseorang mengelola uang, semakin besar kemungkinan mereka mengakses layanan keuangan formal.

Solusi untuk Masa Depan

Temuan ini membawa pesan penting bagi pengembangan ekosistem pariwisata halal di Indonesia. Agar sektor ini bisa tumbuh jangka panjang, dukungan penuh dari aktor komersial sangat diperlukan.

Riset ini menyarankan agar perbankan syariah (seperti Bank Umum Syariah atau BPRS) melakukan pendekatan yang lebih akomodatif. Bank tidak bisa hanya menunggu bola; mereka perlu memperbaiki strategi komunikasi pemasaran agar produk mereka lebih dikenal dan dipahami oleh para pengusaha wisata.

Di sisi lain, bagi para pelaku UMKM pariwisata, meningkatkan literasi keuangan bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan. Dengan memadukan prinsip syariah dalam pengelolaan bisnis, pariwisata halal tidak hanya menjadi label di permukaan, tetapi menjadi sistem ekonomi yang kokoh dan berkelanjutan.

Sumber: Mujiatun, S., Trianto, B., Cahyono, E.F., & Rahmayati, R. (2025). The effects of Islamic financial literacy on entrepreneurial venture performance and halal tourism ecosystem development. Journal of Small Business and Enterprise Development, 32(6), 1250-1284.

AKSES CEPAT