51¶¯Âþ

51¶¯Âþ Official Website

Menyelidiki Pola Trabekular Alveolar Anterior Dan Posterior Pada Radiografi Periapikal: Wawasan Tentang Kepadatan Mineral Tulang Pada Wanita Pascamenopause

Ilustrasi perempuan menopause (Foto: Tribunnews.com_
Ilustrasi perempuan menopause (Foto: Tribunnews.com_

Pendahuluan
Penuaan populasi global meningkatkan jumlah wanita pascamenopause yang berisiko tinggi mengalami osteoporosis akibat penurunan massa tulang. Defisiensi hormon estrogen setelah menopause berperan penting dalam menurunkan kepadatan mineral tulang (Bone Mineral Density/BMD), termasuk pada tulang alveolar mandibula. Pemeriksaan Dual-Energy X-ray Absorptiometry (DXA) merupakan standar emas dalam menilai BMD, namun penggunaannya terbatas karena biaya tinggi dan ketersediaan alat yang terbatas. Oleh karena itu, dibutuhkan metode alternatif yang lebih sederhana, murah, dan mudah diakses. Salah satu pendekatan potensial adalah analisis Fractal Dimension (FD) pada radiograf periapikal untuk menilai pola trabekular tulang alveolar sebagai indikator dini risiko osteoporosis.


Metode
Penelitian ini merupakan studi potong lintang menggunakan 93 radiograf periapikal digital dari 31 wanita pascamenopause berusia di atas 55 tahun. Data BMD dan T-score diperoleh dari hasil pemeriksaan DXA. Citra radiograf dianalisis menggunakan perangkat lunak ImageJ untuk mengukur dua parameter utama, yaitu Alveolar Bone Density (ABD) dan D value. ROI (Region of Interest) ditetapkan pada area anterior dan posterior mandibula dengan ukuran standar 150×150 piksel. Nilai ABD diperoleh dari perbandingan antara luas area tulang (Bone Area) dan total area (Total Area), sedangkan D value menunjukkan jumlah titik terminal trabekular per cm². Uji ANOVA satu arah digunakan untuk menganalisis perbedaan nilai antarwilayah, sementara korelasi antara FD, BMD, dan T-score diuji menggunakan korelasi Spearman dan Pearson dengan tingkat signifikansi p < 0,05.


Hasil
Hasil analisis menunjukkan tidak terdapat perbedaan bermakna antara nilai ABD dan D pada regio anterior maupun posterior mandibula (p > 0,05). Nilai ABD rata-rata tertinggi ditemukan pada regio posterior kanan, sedangkan nilai D tertinggi terdapat pada regio anterior. Berdasarkan hasil DXA, sebagian besar responden dikategorikan mengalami osteopenia (61,29%), diikuti osteoporosis (29,03%), dan normal (12,9%). Korelasi Spearman menunjukkan hubungan positif signifikan antara ABD dengan BMD (r = 0,383; p < 0,05), yang berarti semakin tinggi ABD maka semakin baik kepadatan tulang. Namun, tidak ditemukan korelasi bermakna antara D value dengan BMD. Korelasi Pearson menunjukkan hubungan signifikan antara ABD pada regio anterior dengan nilai T-score (r = −0,357; p < 0,05), sementara regio posterior tidak menunjukkan korelasi berarti.

Pembahasan
Analisis FD terbukti mampu memberikan informasi kuantitatif mengenai pola mikrostruktur trabekular tulang. Dalam penelitian ini, meskipun tidak ditemukan perbedaan signifikan antara regio anterior dan posterior, nilai ABD terbukti memiliki hubungan positif dengan BMD. Hal ini menunjukkan bahwa perubahan mikroarsitektur tulang alveolar dapat mencerminkan kondisi kepadatan tulang sistemik.
Kepadatan tulang anterior cenderung lebih rendah dibanding posterior akibat perbedaan beban mastikasi dan struktur anatomi. Estrogen yang menurun pascamenopause menyebabkan berkurangnya aktivitas osteoblast dan peningkatan resorpsi tulang secara sistemik. Faktor lain seperti indeks massa tubuh (BMI), aktivitas fisik, dan asupan kalsium juga turut memengaruhi hasil pengukuran.Radiograf periapikal terbukti dapat digunakan sebagai sarana deteksi dini risiko osteoporosis karena mudah diakses, murah, dan sering digunakan dalam praktik kedokteran gigi. Meski demikian, keterbatasannya sebagai citra dua dimensi dapat memengaruhi akurasi perhitungan D value yang merepresentasikan struktur trabekular tiga dimensi.


Kesimpulan
Tidak terdapat perbedaan bermakna antara nilai Fractal Dimension pada regio anterior dan posterior mandibula wanita pascamenopause. Namun, terdapat korelasi positif antara Alveolar Bone Density (ABD) dengan Bone Mineral Density (BMD), terutama pada regio anterior. Oleh karena itu, analisis ABD pada radiograf periapikal dapat digunakan sebagai indikator potensial untuk deteksi dini risiko osteoporosis pada wanita pascamenopause.

Sumber: Shantiningsih, R. R., Widyaningrum, R., Diba, S. F., Soetojo, A., Nurrachman, A. S., & Astuti, E. R. (2025). Investigating anterior and posterior alveolar trabecular patterns on periapical radiographs: Insights into bone mineral density in postmenopausal women. Journal of Oral Biology and Craniofacial Research, 15(5), 1077-1082.

Penulis: Prof. Dr. Eha Renwi Astuti, drg., M.Kes.,Sp.RKG.

AKSES CEPAT