51¶¯Âþ

51¶¯Âþ Official Website

Rasio Mahkota-Akar sebagai Indikator Morfometrik Prediktif pada Geraham Pertama Mandibula dengan Trauma Oklusal dan Periodontitis: Studi Pemodelan Radiografi dan Klinis

Sumber: Alodokter
Sumber: Alodokter


Pendahuluan
Trauma dari oklusi (trauma from occlusion/TFO) merupakan kondisi ketika gaya kunyah melampaui kapasitas adaptif jaringan periodontal, menyebabkan mobilitas gigi, pelebaran ligamen periodontal, serta kehilangan tulang alveolar. Kondisi ini sering menjadi faktor modifikasi dalam progresi penyakit periodontal. Salah satu indikator morfometrik penting yang dapat mencerminkan keseimbangan struktural antara mahkota dan akar gigi adalah crown“root ratio (CRR). Rasio ini umumnya digunakan dalam prostodonti untuk menilai kelayakan gigi penyangga restorasi, namun potensinya sebagai indikator morfometrik dalam kondisi trauma oklusi masih kurang diteliti, terutama pada gigi molar pertama mandibula yang menerima beban kunyah terbesar.Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara dimensi mahkota dan akar dengan parameter klinis serta radiografis pada pasien periodontitis dengan trauma oklusi, serta mengembangkan model prediksi morfometrik berbasis CRR klinis dan radiografis.


Metode
Penelitian ini menggunakan desain retrospektif potong lintang terhadap 99 pasien periodontitis dengan TFO yang dirawat di Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia antara tahun 2020“2023. Radiograf periapikal digital dari gigi molar pertama mandibula (36 atau 46) dianalisis untuk mengukur CRR klinis dan radiografis, panjang mahkota, panjang akar, kemiringan gigi, morfologi akar, serta pola kehilangan tulang alveolar.
Kriteria inklusi mencakup diagnosis periodontitis berdasarkan klasifikasi World Workshop 2017 serta bukti klinis dan radiografis TFO seperti mobilitas gigi patologis, kontak prematur, dan kehilangan tulang vertikal. Data diukur dengan perangkat lunak kalibrasi digital, dengan reliabilitas tinggi (ICC > 0,99). Analisis statistik meliputi uji korelasi Spearman dan regresi linear berganda bertahap untuk menentukan faktor prediktor utama panjang mahkota dan akar

Hasil
Sebanyak 68 subjek perempuan dan 31 laki-laki berpartisipasi dalam studi ini. Secara umum, laki-laki menunjukkan dimensi gigi lebih besar, dengan panjang mahkota 7,6 mm dan akar 13,3 mm, dibandingkan perempuan masing-masing 7,2 mm dan 12,3 mm. CRR radiografis juga lebih tinggi pada laki-laki (1,2 vs. 1,0).Analisis korelasi menunjukkan CRR klinis berhubungan positif dengan panjang mahkota (r = 0,526; p < 0,001) dan negatif kuat dengan panjang akar (r = −0,735; p < 0,001). Model regresi menunjukkan CRR klinis dan panjang akar secara signifikan memprediksi panjang mahkota (R² = 0,955), sedangkan CRR klinis dan panjang mahkota memprediksi panjang akar (R² = 0,958). Variabel jenis kelamin dan morfologi akar memberi kontribusi kecil namun signifikan. Tidak ditemukan multikolinearitas antarvariabel (VIF < 2,1).

Pembahasan
Temuan ini menegaskan bahwa CRR klinis merupakan indikator morfometrik yang kuat terhadap panjang mahkota dan akar pada molar pertama mandibula dengan trauma oklusi. Hubungan erat antara CRR dengan dimensi struktural gigi menunjukkan bahwa perubahan rasio mahkota“akar dapat mencerminkan adaptasi terhadap beban oklusal berlebih.
Secara klinis, hasil ini menunjukkan potensi penggunaan CRR sebagai parameter diagnostik tambahan dalam menilai prognosis periodontal dan perencanaan prostodontik. CRR yang tidak seimbang dapat mengindikasikan risiko biomekanik yang lebih tinggi, memengaruhi keputusan mempertahankan atau mencabut gigi, serta pemilihan gigi abutmen dalam perawatan prostetik. Selain itu, CRR dapat bermanfaat dalam ortodonti untuk memprediksi risiko resorpsi akar akibat gaya mekanik.

Namun, penelitian ini memiliki keterbatasan, seperti desain potong lintang yang tidak dapat membuktikan hubungan kausal, serta penggunaan radiograf dua dimensi yang belum menggambarkan bentuk akar secara menyeluruh. Penggunaan pencitraan tiga dimensi (CBCT) dan analisis gaya oklusal digital disarankan untuk meningkatkan akurasi dan validasi model prediksi.Kesimpulan
CRR klinis terbukti sebagai prediktor morfometrik yang kuat untuk menentukan panjang mahkota dan akar pada gigi molar pertama mandibula yang mengalami trauma oklusi pada pasien periodontitis. Dengan kemampuan menjelaskan lebih dari 95% variasi dimensi struktural, CRR dapat menjadi alat evaluasi tambahan dalam diagnosis, perencanaan rehabilitasi oklusal, dan pemantauan prognosis periodontal. Studi lanjutan dengan metode longitudinal dan pencitraan tiga dimensi diperlukan untuk memperkuat temuan ini.

Penulis: Prof. Dr. Eha Renwi Astuti, drg., M.Kes.,Sp.RKG.

AKSES CEPAT