Kewirausahaan merupakan serangkaian aktivitas dinamis yang memainkan peran penting dan berkontribusi langsung pada perputaran roda perekonomian negara. Institusi pendidikan tinggi yang merupakan bagian dari siklus ekonomi, kini mulai fokus mengembangkan keterampilan kewirausahaan dengan mendorong mahasiswanya untuk menjadi wirausaha. Selain itu, institusi pendidikan tinggi mulai mengembangkan kemampuan berwirausaha mahasiswanya sedini mungkin dan hal ini dilakukan dengan mengadopsi dan melakukan penyesuaian kurikulum untuk mengakomodir perkembangan skill berwirausaha, mencanangkan program magang serta hal lain sejenis. Dengan mengakomodir kewirausahaan dalam kurikulum pendidikan perguruan tinggi, hal ini diharapkan dapat membuka pikiran para mahasiswa untuk menjadi kreatif dan memberi sarana ikut berkontribusi pada perekonomian negara.
Keputusan untuk memulai suatu usaha didasarkan pada sejumlah faktor. Faktor tersebut berkisar dari mengevaluasi peluang yang ada di pasar hingga memeriksa kemampuan dan potensi diri. Selain itu, ada juga faktor-faktor yang berubah dari satu negara ke negara lain dan dari masyarakat ke masyarakat lain, yang meliputi budaya, sosial, politik dan ekonomi.
Masyarakat Pakistan memiliki kecenderungan untuk berwirausaha. Di Pakistan, kurang lebih 90% dari perusahaan yang beroperasi di sektor swasta merupakan usaha kecil dan menengah (UKM), mempekerjakan sekitar 80% dari tenaga kerja yang tidak bekerja di sektor pertanian serta berkontribusi sebanyak 40% terhadap PDB nasional. Pesatnya perkembangan sektor UKM merupakan bukti keterampilan kewirausahaan pada masyarakat Pakistan. Besarnya potensi pengembangan kewirausahaan di Pakistan serta kecenderungan masyarakat berwirausaha tidak terlepas dari beberapa catatan penting.
Terlepas dari sejumlah inisiatif yang telah diambil oleh otoritas pengatur untuk mendukung perkembangan bisnis dan kewirausahaan seperti membangun zona ekspor, otoritas pengembangan usaha kecil dan menengah, bank khusus untuk UKM, lembaga keuangan mikro, skema pembiayaan bersubsidi untuk eksportir, pemberian insentif untuk mesin yang diproduksi secara lokal, dll., Pakistan masih tertinggal dalam hal kewirausahaan. Hal ini disebabkan oleh beberapa hal, diantaranya adalah rendahnya literatur yang meneliti kewirausahaan di Pakistan. Sebagian besar penelitian terkait kewirausahaan dilakukan di negara maju atau yang terdapat dukungan penelitian dari institusi tinggi.
Mengingat perlunya penelitian kewirausahaan, khususnya di Pakistan, penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi kewirausahaan pada mahasiswa di Pakistan menggunakan teori etnis, minoritas dan kewirausahaan. Lebih spesifik, penelitian ini bertujuan untuk menguji faktor psikologis, ekonomi dan profil keluarga yang berpengaruh pada motivasi kewirausahaan mahasiswa di Pakistan.
Data 533 responden dari universitas yang diakui Otoritas Pendidikan Pakistan dikumpulkan dan dianalisis untuk menjawab serangkaian tujuan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor psikologis, ekonomi dan profil keluarga mempengaruhi motivasi kewirausahaan mahasiswa di provinsi Punjab Pakistan. Selain itu, hasil dari penelitian ini memberikan keabsahan pada teori etnis, minoritas dan kewirausahaan.
Sebagai penelitian lanjutan, model penelitian ini perlu diuji pada industri yang berbeda dan budaya yang berbeda. Penelitian ini kaya akan implikasi praktis karena mengidentifikasi faktor psikologis dan ekonomi yang perlu difokuskan untuk meningkatkan budaya kewirausahaan pada mahasiswa di Pakistan. Jika difokuskan, akan sangat membantu dalam mengatasi masalah pengangguran dengan mendirikan badan usaha baru.
Penulis: Bayu Arie Fianto, S.E., MBA., Ph.D.
Untuk informasi lebih lanjut, dapat membaca penelitian ini pada link berikut:
Shah, S.A.A., Sukmana, R., Fianto, B. A. (2022). Entrepreneurship Motivation in Pakistani Context from the Perspective of University Students: Testing Ethnic, Minority and Enterpreneurship Theory. International Journal of Business Innovation and Research.





