UNAIR NEWS Himpunan Mahasiswa Magister Sains dan Ekonomi Islam (MSEI) (FEB) 51动漫 (UNAIR) menyelenggarakan MSEI Research Series bertajuk Tips Publikasi Scopus dan Exploring Qualitative Research Methods in Islamic Economics. Acara tersebut berlangsung di Aula Miendrowo, Gedung FEB, Kampus Dharmawangsa-B UNAIR pada Jumat (25/4/2025).
Koordinator Program Studi MSEI, Siti Zulaikha SE MSi PhD turut hadir memberikan sambutan pada kegiatan ini. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya pemanfaatan momentum acara tersebut sebagai sarana memperluas wawasan, khususnya dalam pengembangan riset.
淚ni merupakan kesempatan yang langka, karena beliau (Prof Radit) adalah salah satu tokoh penting di bidang Ekonomi Islam. Jadi, saya harap teman-teman dapat memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin. Saya juga mengapresiasi peran MSEI yang telah membuka ruang diskusi akademik dan mendorong mahasiswa lebih siap bersaing di publikasi internasional, ujarnya.
Niat, Passion, dan Lifestyle Peneliti
MSEI mengundang Koordinator Program Studi Doktor Ekonomi Islam (EKIS) FEB UNAIR, Prof Dr Raditya Sukmana SE MA sebagai narasumber. Prof Radit menekankan pentingnya tiga aspek penting dalam penelitian, yaitu niat, passion, dan lifestyle. Ia menyampaikan bahwa niat menjadi faktor utama dalam riset.
淜alau niat Anda tinggi, Anda akan tetap menyelesaikan penelitian meskipun tantangannya berat. Niatkan riset Anda untuk memberi manfaat, baik secara kualitas maupun kuantitas, jelasnya.
Selain niat, seorang peneliti juga harus menumbuhkan passion dan menjadikan lifestyle sebagai bagian dari hidupnya. Peneliti tidak dapat memperolehnya secara instan, melainkan harus membangun keduanya melalui kebiasaan-kebiasaan kecil yang konsisten.
Lifestyle Anda sebagai peneliti harus terbentuk dari passion. Seorang peneliti harus terbiasa berdiskusi, membaca, dan menulis. Kalau hanya menunggu inspirasi, maka tulisan tidak akan pernah jadi, tuturnya.
Mengembangkan Isu Strategis
Lebih lanjut, Prof Radit menjelaskan bahwa riset yang baik bermula dari pemilihan masalah yang tepat. Mahasiswa harus mampu menghubungkan persoalan lokal dengan isu global agar risetnya relevan secara internasional. 淜alau topiknya hanya berlaku di satu desa dan tidak ada relevansinya di luar negeri, maka akan sulit tembus Scopus. Anda harus bisa melihat apakah masalah tersebut juga menjadi perhatian global, pungkasnya.
Prof Radit juga menyampaikan pentingnya mengawal perkembangan isu dengan terus membaca literatur terbaru dan mengikuti tren riset yang relevan. 淜alau artikel yang Anda kutip terbit tahun 2015, coba periksa siapa saja yang mensitasi dan bagaimana isu tersebut berkembang sampai hari ini, ujarnya.
Terakhir, Prof Radit membahas penyusunan kerangka dan sistematika riset yang logis serta argumentatif. Ia mengingatkan mahasiswa untuk menyusun justifikasi ilmiah yang kuat dalam setiap bagian penelitiannya. 淪emua keputusan akademik harus punya alasan. Beda saja tidak cukup. Harus ada justifikasi yang kuat dan objektif. Semua keputusan metodologi, topik, hingga lokasi riset harus berdasarkan data, tegasnya.
Penulis: Fania Tiara Berliana Marsyanda
Editor: Edwin Fatahuddin Ariyadi Putra





