51动漫

51动漫 Official Website

Musik & Identitas: Narasi Identitas Kejawen Kontemporer dalam Karya Immortal Rites

IL by Narasi Sejarah

Musik sebagai bagian dari ekspresi budaya telah berkembang seiring dengan peradaban manusia. Pandangan klasik beranggapan bahwa musik tidak lain hanya sebagai media yang memfasilitasi manusia untuk mengkomunikasikan ekspresi batin, emosi, dan perasaan yang tak terlukiskan secara verbal. Sementara itu, postmodernisme berpendapat bahwa musik bukan sekadar medium belaka, tapi merupakan 榢ekuatan yang memberdayakan manusia untuk menjadi makhluk yang sepenuhnya 榖eradab. Kontras tersebut menuntun pada suatu tesis tentang seberapa penting musik dalam perkembangan kebudayaan manusia.

Beberapa genre utama seperti pop, blues, rock, jazz, metal, klasik bahkan tradisional telah berkembang menjadi lebih plural dan beragam. Meski begitu, kami khusus menyoroti salah satu subgenre Metal 減aling gelap yang terkenal dengan sebutan Black Metal. Genre Black Metal sendiri muncul pertama kali di Inggris tahun 1970-an sebagai reaksi terhadap komersialisasi Heavy Metal yang dilakukan oleh scenester dan label 榤ainstream Amerika. Tahun 1980-an, genre ini menyebar ke Swedia dan bereformasi menjadi estetika yang lebih menarik lewat diskursus Paganisme yang diasuarakan. Medio 90an adalah titik dimana 榢egelapan serta 榢engerian Black Metal menjadi lebih matang. Oslo, Norwegia periode 1990an, menjadi saksi pertumbuhan sayap-sayap ekstremis serta gebrakan 榥geri dalam perkembangan Heavy Metal dunia. Black Metal yang pada mulanya gerakan resistensi musikal, semakin mewujud menjadi suatu way of life yang syarat dengan sentimen-sentimen 渏alan tangan kiri.

Seiring kemajuan media dan teknologi, Black Metal pada akhirnya masuk ke Indonesia melalui ekspansi MTV pada negara-negara Asia pada tahun-tahun 90an akhir. Lewat persebaran tersebut, muncullah satu band Black Metal Kediri bernama Immortal Rites. Immortal Rites sendiri adalah satu dari sekian banyak band Black Metal Indonesia yang ikut meramaikan varietas Black Metal dunia. Berdiri di Kediri tahun 1997, band ini memainkan sebuah estetika musikal hibrid yang disebut sebagai Kejawen Black Metal. Sebagaimana istilahnya, Kejawen Black Metal adalah satu subgenre Black Metal dengan kearifan lokal. Immortal Rites memadukan konsep-konsep lokalitas khas Jawa dengan musik Black Metal yang mereka mainkan. Konsep-konsep tersebut beragam, mulai dari sejarah, kearifan, konvensi hingga mitologi khas Jawa. Inilah salah satu alasan mengapa kemudian kami tertarik untuk mengkaji lebih dalam tentang Immortal Rites serta kompleksitas karyanya.

Lewat studi yang telah kami lakukan, kami menginterpretasi bahwa karya Immortal Rties menarasikan tawaran alternatif dalam merenungi identitas Kejawen. Mengambil dua karyanya sebagai data, Legiun Api dan Serpihan Api, kami menyimpulkan bahwa eksistensi keJawaan dalam karya, termasuk: bahasa Jawa kuno, sejarah kerajaan Kediri serta mitologi Calonarang, mengisyaratkan suatu pandang alternatif dalam merenungi identitas Kejawen. Konvensi serta kisah-kisah yang erat dengan eksistensi kerajaan Kediri mengisyaratkan tawaran alternatif dalam pola kontemplasi identitas Kejawen yang tidak keraton-sentris.

Selama ini, common knowledge yang beredar selalu mengidentikkan keraton yang berada di 榯engah sebagai pusat berkembangnya peradaban serta kebudayaan Jawa. Immortal

Rties seakan-akan mencoba meresistensi pandangan tersebut. Mereka menunjukkan bahwa untuk menjadi Kejawen, tidak semerta-merta hanya memfokuskan kontemplasi pada eksistensi keraton, melainkan untuk memperdalam sensitivitas kita terhadap apapun aspepk-aspek keJawaan yang erat dengan kehidupan sekitar dan sehari-hari kita sendiri. Kami menginterpretasi bahwa dengan karyanya, mereka menunjukkan bahwa aspek-aspek Kejawen yang tidak tumbuh di漷engah sekalipun tetap adiluhung dan menjadi bagian inheren yang penting dalam struktur kebudayaan Kejawen secara total.

Penulis: Lina Puryanti S.S., M.Hum., Ph.D. & Petrik Mahisa Akhtabi, S.S.

Link Artikel:

AKSES CEPAT