Permeabilitas biologis dan kelarutan air obat menjadi hambatan utama untuk penghantaran obat per-oral, dimana rute ini merupakan metode pemberian obat yang paling umum dan nyaman digunakan. Kelarutan bahan aktif menentukan jumlah obat yang dapat dilarutkan dalam larutan biologis tubuh, sedangkan permeabilitas adalah kemampuan untuk berpenetrasi melintasi membran biologis. Kedua faktor ini sangat menentukan kemanjuran dan keamanan terapeutik obat.
Beberapa hambatan biologis, seperti pH gastrointestinal, enzim, dan mukus, dapat mempengaruhi disolusi/pelarutan serta absorbsi/penyerapan obat ke sistem peredaran darah tubuh. Pendekatan fisika atau kimia dapat digunakan untuk memodifikasi kelarutan air atau meningkatkan permeabilitas bahan aktif. Selain itu, pembawa yang berukuran nano atau nanopartikel, diketahui dapat meningkatkan stabilitas obat melalui enkapsulasi, meningkatkan absorbs/penyerapan karena area permukaannya yang luas, dan memfasilitasi penghantaran obat yang ditargetkan ke area tertentu.
Nanopartikel dapat meningkatkan kelarutan obat dengan penurunan ukuran partikel, pembentukan kompleks, dan enkapsulasi obat, serta meningkatkan permeasi dan retensi pada tumor, fasilitasi pembukaan tight junction, fluidisasi membran, atau mukoadhesivitas pada area saluran cerna. Terlepas dari banyak keunggulan formulasi obat nanopartikel, formulasi ini juga memiliki beberapa keterbatasan, seperti proses manufaktur yang rumit, nanotoksisitas, dan masalah stabilitas.
Eksplorasi nanopartikel untuk memaksimalkan penghantaran obat pada rute oral telah dilakukan oleh peneliti dari Fakultas Farmasi 51动漫 bekerjasama dengan peneliti dari Malaysia, Inggris, dan India. Publikasi tersebut membahas berbagai upaya/ strategi untuk pemanfaatan teknologi terkini untuk meningkatkan kelarutan dan permeabilitas obat guna mengatasi tantangan saat ini dalam formulasi obat oral. Selain itu, telaah tersebut juga mengulas beberapa metode yang potensial dimana nanopartikel dapat digunakan sebagai pembawa untuk penghantaran obat dan meningkatkan bioavailabilitas obat oral.
Penulis: Andang Miatmoko, Ph.D., Apt.
Informasi detail dapat diakses melalui:
Cahyani DM, Mubarok AS, Hariawan BS, Amalina I, Drake P, Parumasivam T, Sahu RK, Rijal MAS, Sari R, Miatmoko A. Nanoparticle tools for maximizing oral drug delivery. Braz J Med Biol Res. 2025 Jun 16;58:e14459. doi: 10.1590/1414-431X2025e14459. PMID: 40531754; PMCID: PMC12172155.





