Efektivitas organisasi bergantung pada apakah karyawannya mampu mengembangkan inovasi dan mengambil pendekatan proaktif dalam mengejar tujuan jangka panjang (Boonyarit, 2023; Parker & Liao, 2016). Bagi organisasi, karyawan yang proaktif dapat menjadi penggerak utama inovasi, keterlibatan kerja, dan kinerja kerja (Satwika et al., 2025). Oleh karena itu, memahami faktor faktor yang mendorong perilaku ini menjadi perhatian penting, tidak hanya bagi peneliti, tetapi juga bagi para praktisi manajemen.
Psychological empowerment telah lama dianggap sebagai faktor penting yang mendorong perilaku kerja proaktif, namun temuan dari berbagai penelitian sebelumnya menunjukkan hasil yang beragam. Ketidakkonsistenan ini menimbulkan pertanyaan penting: Seberapa kuat sebenarnya pengaruh psychological empowermentterhadap perilaku kerja proaktif di lingkungan organisasi?
Studi ini ingin memberikan pemahaman yang lebih menyeluruh melalui meta-analisis terhadap hubungan antara pemberdayaan psikologis dan perilaku kerja proaktif dalam konteks organisasi. Berdasarkan tinjauan sistematis terhadap 1.523 publikasi dari enam basis data utama (ProQuest, Emerald, dan Google Scholar. Scopus dan Web of Science), sebanyak 20 studi yang melibatkan 6.045 partisipan dimasukkan ke dalam analisis akhir.
Hasilnya menunjukkan bahwa psychological empowerment ditemukan berkorelasi signifikan dan positif terhadap perilaku kerja proaktif dan pengaruhnya tergolong large. Namun, hasil meta-analisis ini memiliki heterogenitas yang tinggi (I2=97,86%). Penelitian paling akurat dilakukan di Egypt dan di sektor kesehatan. Psychological empowermentdalam hal ini bertindak sebagai perasaan berdampak yang mendukung individu untuk percaya bahwa dirinya mampu memulai sendiri, proaktif dan gigih mengatasi rintangan untuk mencapai tujuannya. Karyawan yang kompeten dan mampu memengaruhi secara bermakna pekerjaannya akan lebih terlibat dalam peran ekstra serta bertindak proaktif (Y. Chen et al., 2018).
Lebih dari sekedar membuktikan adanya hubungan tersebut, temuan kami juga menunjukkan bahwa psychological empowermentdapat menjadi penghubung antara faktor eksternal organisasi (seperti gaya kepemimpinan atau iklim kerja) dengan perilaku proaktif karyawan. Dari sudut pandang manajerial, hasil ini menegaskan pentingnya menciptakan lingkungan kerja yang mendukung rasa berdaya pada karyawan. Lingkungan semacam ini dapat mendorong karyawan untuk terlibat dalam berbagai tindakan yang mendorong perubahan, menyampaikan ide konstruktif, menciptakan inovasi dan mencegah masalah sebelum terjadi.
Penulis: Pratitsta Arya Satwika, Fendy Suhariadi, Samian
Informasi detail artikel dapat diakses pada:
Satwika, P. A., Suhariadi, F., & Samian, S. (2025). Psychological empowerment and proactive work behavior: A meta-analysis study. Management Review Quarterly. https://doi.org/10.1007/s11301-025-00532-6





