Sejak Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mendeklarasikan penyakit virus corona 2019 (COVID-19) menjadi pandemi di awal tahun 2020, dan akhirnya telah berkembang menjadi masalah kesehatan global. Tingkat keparahan pasien COVID-19 diklasifikasikan menjadi ringan, sedang, berat, dan kritis berdasarkan gejala klinis dan hasil pemeriksaan laboratorium. Sekitar 81% pasien COVID-19 menderita gejala penyakit ringan-sedang, 14% dengan gejala penyakit parah, dan 5% dengan gejala akut. Sejauh ini, rontgen dada dan pemindaian tomografi terkomputerisasi (CT) dari dada telah menjadi modalitas diagnostik utama dalam penentuan tingkat keparahan COVID-19. Penggunaan modalitas CT scan masih rendah karena keterbatasan sumber daya dan biaya pemeriksaan medis yang relatif tinggi. Pemeriksaan laboratorium yang sederhana, praktis, dan murah diperlukan untuk mencegah perburukan klinis dan meminimalkan risiko kematian akibat COVID-19. Parameter laboratorium ini diperlukan untuk mengevaluasi tahap awal penyakit sehingga dapat memprediksi tingkat keparahan penyakit dan prognosisnya.
Hitung darah lengkap adalah suatu pemeriksaan laboratorium rutin dengan kelebihan yaitu biaya pemeriksaan cukup murah, dan sederhana. Namun pemeriksaan ini dapat memberikan informasi tentang jenis sel dan morfologi yang berbeda dan menilai tingkat peradangan di tahap awal penyakit ini. Beberapa tahun terakhir, para peneliti telah menemukan bahwa rasio gabungan beberapa parameter hematologi, seperti rasio neutrofil terhadap limfosit (neutrophil-to-lymphocyte ratio, NLR), turunan NLR (derived neutrophil-to-lymphocyte ratio , d-NLR), rasio monosit terhadap limfosit (monocyte-to-lymphocyte ratio, MLR), dan rasio trombosit terhadap limfosit (platelet-to-lymphocyte ratio, PLR), dapat digunakan sebagai penanda inflamasi untuk menunjang penegakan diagnosis, memprediksi luaran penyakit, dan menilai tingkat keparahan COVID-19.
Penelitian ini bertujuan untuk menentukan nilai diagnostik penanda hematologi dan kaitannya dengan keparahan COVID-19. Hasil yang didapatkan pada penelitian ini adalah NLR, d-NLR, MLR, PLR, dan hitung absolut limfosit (absolute lymphocyte count-ALC) merupakan parameter potensial sebbagai untuk memprediksi prognosis dan keparahan COVID-19. ALC merupakan parameter yang reliabel sebagai preditor keparahan COVID-19 dengan multivariate odds ratio sebesar 7,348 (95% CI = 1,914-28,214; p = 0,004).
Penulis: Estie Ludi Kiriwenno, Yulia Nadar Indrasari
Artikel ini dapat diakses di:





