51¶¯Âþ

51¶¯Âþ Official Website

Olahraga yang Tepat untuk Menurunkan Lemak dan Menambah Otot pada Perempuan Obesitas

Ilustrasi Obesitas pada Perempuan (Sumber: RRI)
Ilustrasi Obesitas pada Perempuan (Sumber: RRI)

Obesitas tidak hanya berkaitan dengan penumpukan lemak berlebih, tetapi juga berpengaruh pada kesehatan otot dan metabolisme tubuh. Beberapa individu bahkan mengalami kondisi bernama sarcopenic obesity, yaitu kombinasi antara lemak tubuh yang tinggi dan massa otot yang rendah. Kondisi ini dapat mengurangi kekuatan tubuh, membatasi gerak, menurunkan kualitas hidup, dan meningkatkan risiko penyakit degeneratif. Oleh karena itu, memahami jenis olahraga yang tepat menjadi langkah penting dalam mengelola obesitas secara efektif.

Tim peneliti 51¶¯Âþ bersama kolaborator internasional mencoba menjawab pertanyaan penting: manakah yang lebih efektif untuk perempuan obesitas, latihan aerobik atau latihan kekuatan? Studi ini berfokus pada pengaruh kedua jenis latihan terhadap perubahan massa lemak dan massa otot tubuh.

Penelitian dilakukan pada 33 perempuan obesitas berusia sekitar 23 tahun. Mereka dibagi ke dalam tiga kelompok: kelompok latihan aerobik, latihan kekuatan, dan tanpa intervensi (kontrol). Program latihan berlangsung selama delapan minggu, dilakukan tiga kali dalam seminggu. Latihan aerobik berupa treadmill dengan intensitas sedang selama 40 hingga 60 menit per sesi. Latihan kekuatan dilakukan menggunakan mesin beban seperti chest press, leg press, dan shoulder press dengan intensitas 60“70 persen dari kemampuan maksimal. Sebelum dan sesudah program, peserta diukur berat badan, indeks massa tubuh, lemak tubuh, persentase lemak, dan massa otot menggunakan alat analisis komposisi tubuh.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik latihan aerobik maupun latihan kekuatan berhasil menurunkan berat badan, lemak tubuh, dan persentase lemak tubuh secara signifikan. Namun, masing-masing memberikan keunggulan berbeda. Latihan aerobik lebih efektif dalam mengurangi lemak tubuh, sedangkan latihan kekuatan lebih unggul dalam meningkatkan massa otot. Kelompok kontrol tidak menunjukkan perubahan berarti. Yang menarik, meskipun perubahan berat badan tidak terlalu besar, perubahan komposisi tubuh ternyata jauh lebih penting. Penurunan lemak dan peningkatan otot memberikan dampak positif terhadap kesehatan seperti memperbaiki metabolisme, meningkatkan kekuatan, dan mengurangi risiko penyakit. Dengan kata lain, angka timbangan bukan satu-satunya indikator keberhasilan; kualitas tubuh dan fungsinya jauh lebih bermakna.

Perbedaan hasil antara latihan aerobik dan kekuatan terjadi karena mekanisme kerja tubuh yang berbeda. Latihan aerobik meningkatkan kerja jantung dan paru-paru, membakar energi dari lemak, serta memperbaiki sensitivitas insulin. Sebaliknya, latihan kekuatan merangsang pembentukan protein otot, meningkatkan massa otot, dan membuat tubuh membakar kalori lebih banyak bahkan saat istirahat, karena otot adalah jaringan aktif secara metabolik.

Penelitian ini memberi pesan penting bagi perempuan dengan obesitas. Olahraga tidak harus ekstrem untuk memberikan manfaat. Cukup dilakukan secara konsisten tiga kali seminggu,  bahkan dalam delapan minggu saja sudah mampu memberikan perubahan. Latihan kekuatan juga penting untuk perempuan karena membantu menjaga kekuatan tulang, postur tubuh, dan mencegah penurunan massa otot di usia lanjut.

Penulis: Dr. Purwo Sri Rejeki, dr., M.Kes.

Informasi detail terkait artikel ini dapat dilihat pada:

AKSES CEPAT