51动漫

51动漫 Official Website

Pandemi COVID-19 Turunkan Pemanfaatan Layanan Kesehatan Ibu di Ngawi

Ilustrasi AIP (Foto: UNAIR NEWS)
Ilustrasi AIP (Foto: UNAIR NEWS)

Sebuah penelitian menemukan bahwa pandemi COVID-19 berdampak signifikan terhadap pemanfaatan layanan kesehatan ibu di Kabupaten Ngawi. Studi tersebut menganalisis data pelayanan kesehatan ibu dari tahun 2019 hingga 2021 dan menunjukkan adanya penurunan kunjungan layanan kesehatan selama masa pandemi. Penelitian ini untuk melihat perubahan tren pemanfaatan layanan sebelum dan selama pandemi.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa indikator layanan kesehatan ibu mengalami penurunan selama pandemi. Rata-rata kunjungan antenatal pertama (ANC-1) menurun sekitar 6,78%, sementara kunjungan antenatal keempat (ANC-4) turun 5,92%. Selain itu, persalinan di fasilitas kesehatan menurun 5,43%, dan kunjungan perawatan pascapersalinan turun 5,75%. Penurunan paling besar terjadi pada penanganan komplikasi obstetri yang berkurang sekitar 8,73% dibandingkan periode sebelum pandemi.

Selain itu juga menemukan penurunan yang signifikan pada beberapa layanan utama setelah pandemi dimulai. Jumlah kunjungan antenatal keempat berkurang sekitar 54 perempuan pada awal pandemi. Persalinan di fasilitas kesehatan menurun sekitar 66 perempuan, sedangkan kunjungan perawatan pascapersalinan berkurang hingga 106 perempuan. Namun demikian, kunjungan antenatal pertama dan penanganan komplikasi obstetri tidak menunjukkan perubahan signifikan secara statistik pada awal pandemi.

Penurunan pemanfaatan layanan kesehatan ibu ini dipengaruhi oleh beberapa faktor. Kebijakan pembatasan mobilitas, kekhawatiran ibu hamil terhadap risiko tertular COVID-19 di fasilitas kesehatan, serta pergeseran fokus sumber daya kesehatan untuk penanganan pandemi menjadi penyebab utama. Selain itu, keterbatasan transportasi, kendala ekonomi, serta keterbatasan tenaga kesehatan dan alat pelindung diri juga turut menghambat akses masyarakat terhadap layanan kesehatan ibu.

Peneliti menekankan pentingnya menjaga keberlanjutan layanan kesehatan ibu melalui penguatan layanan primer, pemanfaatan telemedicine, serta kunjungan rumah oleh bidan dan kader kesehatan. Upaya ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ketiga yaitu menurunkan angka kematian ibu hingga kurang dari 70 per 100.000 kelahiran hidup pada tahun 2030. Strategi tersebut diharapkan dapat membantu memastikan akses layanan kesehatan ibu tetap terjaga, bahkan saat menghadapi krisis kesehatan seperti pandemi.

Penulis: Eny Qurniyawati

Informasi lebih detail mengenai artikel ini dapat dilihat pada:

Qurniyawati, E., Putri, L. N., Ardanila, D., Ririh, Rahmadani, Y. N., Astutik, E., Adam, H., & Andriani, L. (2026). The impact of the COVID-19 pandemic on maternal healthcare utilization in Ngawi regency, Indonesia: an interrupted time-series analysis. Berita Kedokteran Masyarakat, 42(02), e28305. https://doi.org/10.22146/bkm.v42i02.28305

AKSES CEPAT