Polusi udara bukan hanya masalah lingkungan, tetapi juga berdampak negatif terhadap kesehatan masyarakat, terutama kelompok rentan seperti anak-anak dan remaja. Di kota-kota besar seperti Kota Makassar, peningkatan kendaraan bermotor, aktivitas industri, dan pertumbuhan urbanisasi berkontribusi terhadap tingginya tingkat polutan seperti nitrogen dioksida (NO₂), partikel halus (PM₂.₅), dan partikel kasar (PM₁₀).
Studi kami telah mengungkap tingginya tingkat polusi udara di beberapa titik pemantauan udara di Makassar, terutama di area dekat aktivitas kendaraan komersial berat, seperti parkir truk. Misalnya, zona Panakkukang dan Borong mencatat konsentrasi NO₂ sebesar 10,88 µg/m³ dan 10,97 µg/m³. Sementara itu, wilayah di Tamalanrea Indah dan Karampuang memiliki konsentrasi PM₁₀ sebesar 24,8 µg/m³ dan 30,14.
Simulasi Monte Carlo
Pendekatan Simulasi Monte Carlo (MCS) berguna untuk menilai dampak polusi ini terhadap kesehatan anak-anak dan remaja. Simulasi Monte Carlo (MCS) adalah metode yang mengukur variabilitas dan ketidakpastian untuk menilai risiko. Temuan menunjukkan tingkat hazard quotient (HQ) yang tinggi, sebuah indikator potensi risiko non-kanker. Nilai HQ untuk NO₂, PM₁₀, dan PM₂.₅ masing-masing adalah 12,4, 20,3, dan 19,8. Jika nilai HQ melebihi 1, itu menunjukkan kemungkinan tinggi terhadap masalah kesehatan.
Lebih lanjut, NO₂ memberikan data yang mengganggu terkait risiko kanker. Dengan rentang persentil ke-5 hingga ke-95, risiko kanker akibat NO₂ dianggap sedang hingga tinggi, dengan angka risiko kanker berkisar 102 hingga 223. Remaja memiliki risiko lebih tinggi daripada anak-anak. Hal ini terjadi akibat tingginya frekuensi aktivitas di luar ruangan dan durasi paparan yang lama. Dengan demikian, durasi paparan merupakan faktor yang paling penting, diikuti oleh konsentrasi polusi, frekuensi paparan, dan laju inhalasi. Ini membuktikan bahwa semakin lama seseorang terpapar udara yang tercemar, semakin tinggi risiko kesehatannya. Hal ini menunjukkan kebutuhan mendesak bagi pemerintah daerah untuk mengambil tindakan dalam mengatur lingkungan dan mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan.
Langkah-langkah awal harus diambil, mulai dari peningkatan pemantauan kualitas udara hingga pengetatan pemeriksaan sumber emisi. Peningkatan kesadaran publik dan tindakan pencegahan akan membantu melindungi generasi muda dari bahaya kesehatan polusi udara jangka panjang. Kesehatan anak-anak dan remaja saat ini mencerminkan masa depan bangsa.
Penulis: Dr. Ratna Dwi Puji Astuti, S.KM
Informasi detail artikel: Health Risk Assessment of NO₂, PM₂.₅ and PM₁₀ Exposure in Children and Adolescents,





