Ikan wader pari (Rasbora argyrotaenia) merupakan ikan konsumsi budidaya air tawar, dari anggota family Cyprinidae yang berpotensi dan bernilai ekonomis tinggi karena permintaan pasar yang tinggi. Hambatan pada kegiatan budidaya ikan yaitu infeksi penyakit. Penyakit pada ikan air tawar maupun ikan air laut dapat disebabkan oleh bakteri seperti bakteri E. tarda. E. tarda adalah bakteri yang dapat menyebabkan penyakit Edwardsiellosis dan mengakibatkan kematian massal pada ikan. Ikan yang terinfeksi bakteri E. tarda dapat diamati dari kondisi perubahan profil hematologi, respon stress dan histopatologi organ ikan tersebut. Penelitian inibertujuan untuk menganalisis perubahan patologi ikan wader pari (R. argyrotaenia) yang diinfeksi bakteri E. tarda. Data yang diperoleh digunakan sebagai acuan pendeteksi awal adanya penyakit Edwardsiellosis pada ikan wader pari serta untuk mempercepat proses pencegahan dan penanganan penyakit Edwardsiellosis.
Metode penelitian yang digunakan yaitu metode eksperimental dengan perlakuan perendaman menggunakan dosis/kepadatan bakteri E. tarda yang berbeda yaitu 1011 CFU/ml, 1012 CFU/ml, 1013 CFU/ml, dan kontrol negatif selama 14 hari dengan masing-masing perlakuan diulang sebanyak 5 kali. Parameter yang diamati pada penelitian yaitu profil hematologi (total eritrosit, total leukosit, differensial leukosit (limfosit, monosit dan neutrofil) dan kadar hemoglobin), respon stress (hormon kortisol plasma, kadar glukosa darah dan laju ventilasi) serta histopatologi organ ginjal dan hati ikan wader pari.
Hasil penelitian pada ikan wader pari menunjukkan infeksi bakteri E. tarda pada ikan wader pari menyebabkan perubahan profil hematologi, respon stress dan histopatologi organ hati dan ginjal secara signifikan yaitu kepadatan 1013 CFU/ml. Infeksi bakteri E. tarda dapat menyebabkan total eritrosit dan kadar hemoglobin normal, peningkatan total leukosit dan persentase neutrofil serta penurunan persentase limfosit dan persentase monosit. Selain itu, terjadi peningkatan respon stress terutama pada kadar hormon kortisol, kadar glukosa darah dan laju ventilasi ikan wader pari yang terinfeksi Edwardsiellosis. Perubahan histopatologi organ hati dan ginjal ikan wader pari berupa nekrosis dan degenerasi hidropik juga teramati pada ikan wader pari yang diinfeksi bakteri E. tarda. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu perendaman suspensi bakteri E. tarda pada ikan wader pari dengan kepadatan 1013 CFU/ml dapat menyebabkan perubahan perubahan profil hematologi, respon stress dan histopatologi organ hati dan ginjal, namun belum mampu menyebabkan kematian pada ikan wader pari.
Penulis: Mohammad Faizal Ulkhaq, S.Pi., M.Si.





