UNAIR NEWS “ 51¶¯Âþ kembali menunjukkan komitmennya mendukung pembangunan berkelanjutan melalui kegiatan Pelatihan Eco Enzyme 2026 yang dilaksanakan oleh mahasiswa Belajar Bersama Komunitas (BBK) 7 UNAIR di Balai Desa Gempolpading, Kecamatan Pucuk, Kabupaten Lamongan. Kegiatan ini merupakan wujud implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat dengan fokus pada pengelolaan lingkungan berbasis komunitas.
Pelatihan Eco Enzyme bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat, khususnya ibu-ibu desa, dalam mengolah sampah organik rumah tangga menjadi produk ramah lingkungan yang bermanfaat. Eco enzyme merupakan cairan hasil fermentasi limbah organik sayur dan buah yang dapat dimanfaatkan sebagai pembersih alami, pengurai limbah, dan pendukung kebersihan lingkungan.
Sebagai bagian dari persiapan kegiatan, mahasiswa BBK 7 UNAIR telah melakukan sosialisasi awal pada tanggal 11 Januari 2026 saat pelaksanaan program kerja dan kegiatan bonding bersama ibu-ibu Desa Gempolpading. Pada kesempatan tersebut, mahasiswa menyampaikan rencana pelatihan eco enzyme sekaligus mengajak warga untuk mengumpulkan sampah organik berupa sisa sayur dan buah sebagai bahan utama kegiatan.
Pelatihan yang dilaksanakan pada 14 Januari 2026 ini diikuti oleh warga Desa Gempolpading dengan antusias, khususnya kelompok ibu rumah tangga. Rangkaian kegiatan meliputi penyampaian materi mengenai konsep eco enzyme, manfaatnya bagi kebersihan lingkungan, serta praktik langsung pembuatan eco enzyme menggunakan sampah organik yang telah dikumpulkan warga. Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan mampu menerapkan pembuatan eco enzyme secara mandiri di rumah.
Salah satu peserta pelatihan menyampaikan bahwa kegiatan ini memberikan wawasan baru bagi warga. œSelama ini sampah sayur langsung dibuang, sekarang jadi tahu bisa diolah lagi dan bermanfaat untuk kebersihan rumah, ujarnya.
Melalui Pelatihan Eco Enzyme 2026, mahasiswa BBK 7 UNAIR berupaya mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam pengelolaan sampah organik rumah tangga secara bertanggung jawab dan berkelanjutan. Kegiatan ini secara langsung mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 12: Responsible Consumption and Production, serta berkontribusi pada SDG 6: Clean Water and Sanitation melalui upaya pengurangan limbah rumah tangga yang berpotensi mencemari lingkungan dan sumber air.
Penulis: Sayudimas Ardiansyah Febrianto
Editor: Satrio Achmad Fayis





