Luka kaki diabetes masih menjadi mimpi buruk bagi banyak pasien dan keluarga: sulit sembuh, mudah terinfeksi, dan berakhir pada amputasi bila terlambat tertangani. Di tengah tantangan ini, para peneliti mulai melirik asam hialuronat, bahan yang selama ini lebih dikenal di dunia kecantikan, sebagai senjata baru untuk membantu penyembuhan luka kaki diabetes. Sebuah kajian sistematis terbaru menunjukkan bahwa asam hialuronat tidak hanya melembapkan luka, tetapi juga aktif mempercepat proses regenerasi jaringan.
Pada penderita diabetes, luka kecil di kaki dapat berubah menjadi luka kronis yang dalam dan berbau, disebut diabetic foot ulcer (DFU). Gula darah tinggi merusak pembuluh darah kecil dan saraf, sehingga aliran darah ke kaki berkurang dan rasa nyeri berkurang. Akibatnya, luka sering tidak disadari, mudah terinfeksi, dan sangat lambat sembuh. Kondisi ini menjadi salah satu penyebab utama amputasi pada pasien diabetes di seluruh dunia, termasuk Indonesia.
Selama ini, terapi standar DFU meliputi kontrol gula darah, pembersihan luka (debridement), antibiotik bila ada infeksi, balutan luka yang tepat, hingga operasi bila diperlukan. Namun, meski sudah dilakukan semua itu, sebagian luka tetap sulit sembuh. Di sinilah muncul kebutuhan akan terapi tambahan yang bisa memperbaiki lingkungan luka dari dalam.
Asam hialuronat (hyaluronic acid/HA) adalah zat alami yang terdapat di kulit, sendi, dan jaringan penunjang tubuh. Fungsinya seperti spons air: mengikat air dalam jumlah besar sehingga jaringan tetap lembap dan lentur. Dalam proses penyembuhan luka, kelembapan sangat penting agar sel-sel baru bisa bergerak, membelah, dan membentuk jaringan baru.
Penelitian menunjukkan bahwa HA bukan hanya pelembap pasif. Zat ini membantu mengatur peradangan, mendukung migrasi sel-sel penyembuh luka (seperti fibroblas dan sel endotel), serta merangsang pembentukan pembuluh darah baru (angiogenesis). Semua proses tersebut sangat dibutuhkan pada luka kaki diabetes yang cenderung kering, meradang kronis, dan miskin aliran darah.
Kajian Therapeutic Potential of Hyaluronic Acid in Diabetic Foot Ulcer Healing: A Systematic Review and Bibliometric Analysis menganalisis puluhan penelitian internasional yang terbit antara 20202024.
Berikut fakta penting yang perlu diketahui mengenai potensi asam hialuronat untuk optimalisasi penyembuhan luka kaki diabetes :
- HA mempercepat penyembuhan luka.
Balutan atau gel yang mengandung HA terbukti mempercepat pembentukan jaringan granulasi (jaringan merah muda sehat di dasar luka), mempercepat penutupan luka, dan mempersingkat waktu penyembuhan pada luka kronis, termasuk DFU. - Lebih efektif bila dikombinasikan.
Banyak penelitian menggabungkan HA dengan bahan lain, misalnya platelet rich fibrin (PRF), heparin dosis rendah, atau faktor pertumbuhan. Kombinasi HAPRF, misalnya, terbukti menurunkan kadar marker peradangan seperti interleukin-6 dan meningkatkan skor granulasinya. Hasilnya, luka mengecil lebih cepat dan kualitas jaringan baru lebih baik. - Muncul generasi baru : Smart hydrogelDi beberapa negara, HA dimodifikasi menjadi hidrogel pintar yang peka terhadap pH dan kadar glukosa. Hidrogel ini bisa melepas obat secara lebih terarah, menangkap dan membunuh bakteri, sekaligus mengurangi radikal bebas yang merusak jaringan. Pada model hewan percobaan diabetes, hidrogel ini mempercepat pembentukan pembuluh darah baru dan memperbaiki struktur jaringan luka.
Bagi pasien, penggunaan HA bukan berarti luka bisa sembuh tanpa kontrol gula, tanpa berhenti merokok, atau tanpa menjaga kebersihan kaki. HA adalah terapi tambahan, bukan pengganti terapi utama. Keberhasilannya tetap bergantung pada pengelolaan diabetes secara menyeluruh: diet, obat, aktivitas fisik, alas kaki yang tepat, dan kontrol rutin.
Bagi tenaga kesehatan, hasil kajian ini memberi dasar ilmiah bahwa produk HA patut dipertimbangkan sebagai bagian dari terapi komprehensif DFU, terutama pada kasus derajat sedang hingga berat yang sulit sembuh dengan terapi konvensional saja. Namun, pemilihan produk harus disesuaikan dengan bukti klinis, ketersediaan, dan regulasi yang berlaku.
Asam hialuronat terbukti memiliki potensi besar sebagai pemain kunci baru dalam penyembuhan luka kaki diabetes. Dengan menjaga kelembapan luka, mengatur peradangan, dan mendorong pembentukan jaringan serta pembuluh darah baru, HA membantu mempercepat proses yang selama ini terhambat pada pasien diabetes. Kombinasi HA dengan PRF, stem cell, atau hidrogel pintar membuka peluang terapi yang lebih personal dan efektif di masa depan.
Meski demikian, masih dibutuhkan uji klinis berskala besar dan jangka panjang, terutama di negara berkembang, untuk memastikan manfaat dan keamanan jangka pendek maupun jangka panjang. Sambil menunggu bukti tersebut, langkah paling bijak bagi pasien adalah mencegah luka dengan merawat kaki setiap hari dan segera memeriksakan diri jika muncul luka sekecil apa pun. Bagi klinisi dan rumah sakit, hasil penelitian ini dapat menjadi pijakan untuk mengembangkan protokol perawatan luka kaki diabetes yang lebih modern, berlapis, dan berpihak pada kualitas hidup pasien.
Sumber :
Jeconia Sinatra, Yan Efrata Sembiring. Therapeutic Potential of Hyaluronic Acid in Diabetic Foot Ulcer Healing: A Systematic Review and Bibliometric Analysis. Vascular & Endovascular Review, 2025.
Penulis: Yan Efrata Sembiring, dr., Sp.B(K)TKV.





