51动漫

51动漫 Official Website

Pemanfaatan Kembali Limbah Polistirena dengan bahan aditif PVP untuk Pemanenan Mikroalga yang Efektif

ilustrasi Expanded Polystyrene (foto: dok sitimewa)

Expanded Polystyrene (EPS), yang biasa dikenal sebagai Styrofoam, adalah bahan plastik busa putih yang diproduksi dari butiran polistirena padat. Selama pembuatan EPS, prosesnya melibatkan pengimpregnasian butiran polistirena dengan pentana sebagai agen pembusa, yang memungkinkan ekspansi volume 20-50 kali lipat. Beberapa keunggulan EPS adalah sifat insulasi termalnya yang ringan dan luar biasa serta menawarkan solusi ekonomis untuk kebutuhan pengemasan dan konstruksi. Di Indonesia, daur ulang EPS menghadapi tantangan karena keterbatasan teknik dan infrastruktur. Sebagian besar pusat daur ulang dan bank sampah lokal tidak menerima limbah EPS untuk diproses, sehingga mengarahkan limbah ke tempat pembuangan akhir sebagai limbah residu atau bahkan mencemari saluran air (Otake et al., 1995). Mengingat produksi polistirena global sedang meningkat, menemukan cara yang efektif untuk mendaur ulang/mendaur ulang polistirena adalah pilihan terbaik untuk mengurangi jumlah besar limbah Styrofoam.

Penelitian ini mengeksplorasi pemanfaatan limbah EPS sebagai komponen utama dalam membran polimer, yang bertujuan untuk mengeksplorasi efektivitasnya dalam pemanenan mikroalga. Mengingat limbah EPS tersedia dalam jumlah banyak dan gratis, membran yang dihasilkan diharapkan hemat biaya sekaligus berkontribusi untuk mengurangi pengurangan mikroplastik di lingkungan. Dalam penelitian ini, PVP diperkenalkan sebagai aditif untuk menilai dampaknya terhadap kinerja membran dalam menolak Spirulina platensis. Morfologi membran dianalisis menggunakan Scanning Electron Microscopy (SEM). Selanjutnya, penilaian kinerja membran limbah EPS diperiksa melalui fluks air murni, sudut kontak air, dan efisiensi pemanenan mikroalga. 

Hasil percobaan menunjukkan bahwa meskipun konsentrasi PVP bervariasi, semua membran limbah EPS menunjukkan pemulihan ekstraksi biomassa Spirulina yang hampir lengkap. Meskipun efisiensi pemanenan serupa, EPS/PVP-8 menunjukkan fluks terbesar sebesar 970,5 LMH/Bar, yang merupakan dua kali lipat nilai membran limbah EPS murni. Semua membran bersifat hidrofilik, namun hidrofobisitas meningkat dengan konsentrasi PVP. 

Membran limbah EPS menawarkan wawasan yang menjanjikan untuk bahan berkelanjutan dan pengolahan air limbah. Daur ulang limbah EPS menjadi membran lembaran datar tidak hanya mengatasi masalah akumulasi limbah Styrofoam tetapi juga membuka jalan untuk mengubah limbah menjadi produk yang berharga. Praktik ini memastikan pertanian berkelanjutan dengan menghemat air dan nutrisi yang dibutuhkan untuk seluruh proses budidaya. Pembuatan membran dari limbah EPS menghadirkan solusi yang menjanjikan untuk mengatasi polusi plastik dan air di masa mendatang.

Penulis: Gunawan Setia Prihandana

Unit kerja: Prodi Teknik Industri, FTMM-Unair

AKSES CEPAT