51动漫

51动漫 Official Website

Pemberian Antivirus dan Risiko Gangguan Pendengaran pada Kasus Infeksi CMV Bawaan Ringan atau Tanpa Gejala

Pemberian Antivirus dan Risiko Gangguan Pendengaran pada Kasus Infeksi CMV Bawaan Ringan atau Tanpa Gejala
Sumber: Enervon

Infeksi virus CMV agtau cytomegalovirus merupakan salah satu masalah kesehatan, terutama pada bayi baru lahir. Penyakit ini dapat menyebabkan ketulian dan gangguan tumbuh kembang, selain bentuk klinis yang lain. Penularan utama terjadi dari ibu melalui jalur vertikal. Pencegahan utama ketika seorang bayi baru lahir mengalami infeksi bawaan virus CMV adalah dengan memberi antivorus gansiklovir atau valgansiklovir. Kesulitan utama dalam penanganan bayi baru lahir dengan infeksi CMV bawaan adalah mendiagnosis di tahap awal. Setelah 21 hari dokter tidak dapat menentukan apakah infeksi diperoleh dari sang ibu sewaktu dalam rahim ataukah setelah lahir. Infeksi CMV setelah lahir secara umum tidak memerlukan pengobatan. Penelitian ini bertujuan menilai kemampuan pendengaran anak yang terinfeksi virus CMV bawaan ketika usia anak tersebut telah mencapai 24 bulan. Penelitian ini bersumber pada data registri Eropa yang mencakup seluruh anak yang terinfeksi virus CMV bawaan pada usia 21 hari atau kurang, dengan penampakan klinik yang ringan atau bahkan tidak bergejala. Pemeriksaan laboratoris terutama fungsi hati ikut dievaluasi. Pemeriksaan radiologis yang normal atau dengan hanya sedikit abnormalitas menjadi syarat utama pula. Evaluasi terpenting pada penelitian ini adalah kemampuan pendengaran pada usia 24 bulan.

Selama penelitian diperoleh data dari 166 bayi. Sekitar 34,7% menerima antivirus gansiklovir atau valgansiklovir. Secara umum, kelompok anak yang menerima pengobatan ini mempunyai umur kehamilan dan berat badan saat lahir yang lebih rendah. Ukuran lingkar kepala mereka juga cenderung lebih kecil. Pada kelompok ini juga infeksi primer pada ibu lebih jarang didapatkan. Sejumlah 21,3% pemeriksaan radiologis kepala pada kelompok ini menampakkan temuan minor, dibandingkan 6,3% pada kelompok pembanding. Sembilan pasien mengalami gangguan pendengaran pada usia 24 bulan.Kelainan pemeriksaan radiologis yang minimal ditemukan pada 20% dari kelompok dengan gangguan pendengaran dan 11,3% di kelompok tanpa gangguan pendemngaran. Secara statistik, tidak didapatkan perbedaan pada kelompok yang menerima antivirus maupun tidak, dalam aspek gangguan pendengaran pada usia 24 bulan.

Sebagai kesimpulan, sepertiga bayi menerima obat antivirus. Bayi yang menunjukkan kelainan radiologis lebih cenderung diobati. Tidak ditemukan perbedaan gangguan pendengaran pada kedua kelompok pada usia 24 bulan. Nampaknya kelainan radiologis kepala yang menor tidak berhubungan dengan gangguan pendengaran.

Di Indonesia pemeriksaan pendahuluan untuk ibu hamil tidak merupakan kewajiban, demikian pula halnya dengan si bayi. Mereka berdua hanya akan menjalani tes diagnostik apabila dokter mencurigai adanya infeksi. Dengan banyaknya infeksi tidak bergejala tentu hal ini akan meloloskan cukup banyak kasus infeksi vertikal. Sarana diagnostik seperti ketersediaan perangkat laboratorium dan reagen juga menjadi kendala besar. Hanya sedikit laboratorium mampu mengakomodir pemeriksaan infeksi CMV dan dengan biaya yang relatif besar. Obat yang penting seperti gansiklovir dan valgansiklovir tersedia di Indonesia dengan harga yang masih mahal.

Penulis: Dr. Dominicus Husada, dr.,DTM&H.,MCTM(TP).,Sp.A(K)

Link:

Baca juga: Faktor Risiko Sepsis Neonatus yang Resistan terhadap Berbagai Macam Obat

AKSES CEPAT