Kasus malaria falcifarum dan vivax merupakan malaria yang paling banyak ditemukan di Indonesia dan mengakibatkan komplikasi dan kematian pada anak. Untuk dapat melakukan upaya pemberantasan malaria yang tepat, sebelumnya perlu diketahui situasi malaria saat ini, oleh sebab itu penelitian ini dilakukan sebagai deteksi kasus aktif di Kecamatan Kao Kabupaten Halmahera Utara sehingga dapat menyokong data dari Kemenkes terkait transmisi malaria di Halmahera utara untuk mengetahui prevalensi dan karakteristik malaria pada anak di daerah endemis malaria di Kabupaten Halmahera Utara. Penelitian dilakukan secara cross-sectional pada anak di daerah endemis malaria di Kecamatan Kao Kabupaten Halmahera Utara, subjek berusia 0-18 tahun pada bulan Juni 2023. Karakteristik klinis ditentukan dengan pemeriksaan fisik dan pengambilan darah tepi dengan persetujuan orangtua/wali. Diagnosis malaria ditentukan dengan pemeriksaan mikroskopis dan kadar hemoglobin ditentukan dengan alat stik hemoglobin. Karakteristik klinis malaria di analisis dengan uji bivariate dan uji fischer. Hasil dari penelitian ini yaitu dari 88 anak yang memenuhi kriteria, didapatkan delapan anak positif malaria (7,8%), tiga anak dengan malaria falcifarum (3,4%), empat anak denganvivax (4,5%) dan Plasmodium campuran satu anak (1,1%). Demam dan gangguan gastrointestinal adalah dominan gejala klinis yang ditemukan pada anak dengan malaria, dan seluruh anak dengan malaria vivax, sedangkan hanya satu anak dengan malaria falcifarum. Kadar hemoglobin pada anak malaria dan tanpa malaria tidak ada perbedaan bermakna (12,85 vs 12,96 g/dl). Tiga anak usia 2-3 tahun dengan malaria falcifarum dan 46 anak usia 2-9 tahun menunjukkan nilai transmisi malaria sebesar 6,5% termasuk transmisi rendah, dapat disimpulkan bahwa prevalensi malaria yaitu 9.09% dan karakteristik klinis dominan adalah demam dan gangguan intestinal untuk malaria pada anak di daerah endemis malaria transmisi rendah di kecamatan Kao Halmahera Utara.
Penelitian ini memberikan wawasan mengenai prevalensi dan karakteristik klinis malaria pada anak-anak di Halmahera Utara. Temuan ini menunjukkan jumlah anak malaria dengan Plasmodium vivax yang dominan dengan ciri malaria pada anak didominasi oleh demam dan gangguan gastrointestinal. Kadar hemoglobin pada anak penderita malaria rata-rata 12,96 g/dl. Penularan malaria di Halmahera Utara sebesar 6,5% dengan penularan rendah. Meskipun tidak ada perbedaan signifikan dalam kadar hemoglobin antara anak-anak yang positif dan yang negatif malaria, penelitian ini menggarisbawahi beban kesehatan yang berkelanjutan yang disebabkan oleh malaria di wilayah endemis ini. Temuan ini juga menyoroti pentingnya upaya pengendalian malaria, terutama yang menargetkan populasi rentan seperti anak-anak. Strategi yang berfokus pada deteksi dini dan penanganan segera sangat penting dalam mengurangi angka kesakitan dan kematian terkait malaria. Meskipun penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap epidemiologi malaria namun terdapat keterbatasan antara lain ukuran sampel yang relatif kecil dan spesifisitas geografis, diharapkan penelitian di masa mendatang dapat bertujuan untuk memperluas cakupan wilayah yang lebih luas dan mempertimbangkan penelitian jangka panjang. Dengan mengatasi keterbatasan ini diharapkan dapat membantu mencapai tujuan eliminasi malaria dan meningkatkan kesehatan anak di daerah endemis.
Penulis: Dr. Dominicus Husada, dr.,DTM&H.,MCTM(TP).,Sp.A(K)
Link:
Baca juga: Operator Caputo untuk Pemodelan Epidemi Penyakit Anak





