51¶¯Âþ

51¶¯Âþ Official Website

Peran Stem Cell Secretome pada Regenerasi Cedera Tulang Belakang

Cedera sumsum tulang belakang atau Spinal Cord Injury (SCI) umumnya ditemukan pada pasien aktif dengan kondisi neurologis yang kompleks. Cedera ini dapat menyebabkan kematian dan menimbulkan beban sosial- ekonomi yang berat. Namun, penanganan SCI masih menghadapi berbagai hambatan seperti neuroplastisitas, lingkungan mikro, peradangan, apoptosis, iskemia, gliosis reaktif, dan pembentukan bekas luka glial. Penelitian terus dilakukan untuk meningkatkan pengobatan SCI, namun terapi neuroprotektif dan neuroregeneratif juga belum memberikan solusi yang pasti. Salah satu terapi yang menunjukkan potensi yang besar dalam pengobatan SCI adalah terapi stem cell. Beberapa jenis stem cell seperti neural stem cells (NSCs), bone marrow aspirate stem cells, dan mesenchymal stem cells (MSCs) telah dikembangkan hingga tahap uji klinis

Stem cell secretome merupakan pengobatan alternatif baru dengan memanfaatkan efek parekrin yang dapat memediasi transplantasi stem cell. Stem cell secretome adalah metabolit non-sel yang disekresikan dari stem cell yang mengandung sitokin, kemokin, faktor pertumbuhan, eksosom, dan vesikel ekstraseluler (EV). EV bersifat membran-vesikel terikat yang memainkan peran penting dalam pensinyalan intraseluler. Meskipun EV dapat mengandung protein dan lipid, sebagian besar penelitian mengenai perbaikan sistem saraf pusat terapi berfokus pada muatan mRNA dan microRNA.

Terapi sekretom aseluler memiliki potensi translasi yang besar dan memiliki beberapa keunggulan dibandingkan terapi sel konvensional, termasuk mengurangi risiko penolakan imun, risiko tumorigenesis, dan memiliki kemampuan untuk melakukan perawatan kriopreservasi tanpa perlu mempertimbangkan kelangsungan hidup sel. Selain itu, keuntungan dari terapi ini meliputi kontrol keamanan, produksi massal, pengaplikasian saat kasus darurat, keterjangkauan, dan kepraktisan untuk aplikasi neurologis. Penelitian yang dilakukan merupakan jenis penelitian tinjauan sistematis dan meta-analisis yang bertujuan untuk meninjau dan menganalisis efek terapeutik stem cell secretome pada perbaikan SCI pada hewan coba (rodentia).

Studi ini menerapkan kriteria dari panduan yang digunakan untuk melakukan penilaian terhadap sebuah systematic reviews dan/ atau meta-analisis (PRISMA) dengan mengumpulkan data dari berbagai penelitian pada basis data PubMed, ScienceDirect, Cochrane Library, dan Google Scholar yang dilakukan hingga Oktober 2021. Dalam penelitian ini, kriteria PICOS (Population, Intervention, Comparison, Outcome, Study Design) yang digunakan dalam penelitian ini didasarkan pada hal-hal berikut: (1) Populasi adalah model cedera tulang belakang pada hewan coba (rodentia); (2) Intervensi adalah media terkondisi stem cell atau sekretom (MSC, NSC, olfactory ensheathing stem cell, embryonic stem cell, human exfoliated deciduous teeth stem cell); (3) Perbandingan meliputi saline normal atau plasebo; (4) Luaran yang merupakan perubahan histopatologis, perubahan biomarker atau imunologis, dan perubahan neurologis (motorik, sensorik, dan otonom); dan (5) Desain penelitian adalah penelitian in vivo menggunakan model cedera tulang belakang pada hewan coba (rodentia).

Dari 28 studi yang memenuhi kriteria inklusi dalam tinjauan sistematis ini, terbukti bahwa stem cell secretome dapat memberikan efek terapeutik pada model SCI pada hewan coba (rodentia). Terapi sekretom sel induk menunjukkan peningkatan skor alat gerak (standard mean difference [SMD]: 0,94; confidence interval 95% [CI]: 0,75“1,13, p<0,000001, I2=90%) dan pengurangan ukuran lesi (SMD: 5.06; CI 95%: 3.44“ 6.67, p<0.00001, I2=94%). Sebagian besar penelitian melaporkan bahwa sampel yang dirawat dengan stem cell secretome dapat mengurangi ukuran lesi dan meningkatkan pemulihan alat gerak berdasarkan peningkatan rata-rata skor BBB/BMS pasca-SCI. Hal ini menunjukkan bahwa transplantasi stem cell secretome secara efektif dapat meningkatkan perkembangan akson di sumsum tulang belakang. Tahapan neuroregenerasi meningkat secara signifikan dalam 28 hari dan 56 hari setelah pengobatan SCI dengan stem cell secretome. Efek neurogeneratif dari stem cell secretome ditunjukkan dengan adanya pendekatan berbasis sekretom pada model cedera saraf. Efek ini meliputi modulasi lingkungan inflamasi di lokasi lesi, tahap degenerasi Wallerian serta jaringan fibrotik, peningkatan ketebalan selubung mielin dan vaskularisasi di tempat regenerasi, dan percepatan regenerasi serat.

Peran utama stem cell secretome sebagai modulator neurogenik telah banyak dikaji belakangan ini. NSC dan MSC ternyata mampu menghasilkan faktor pertumbuhan yang dapat mempromosikan regenerasi dan pemulihan jaringan saraf yang rusak. Selain itu, kombinasi berbagai strategi untuk mencegah cedera sekunder dengan menggunakan beragam terapi sel juga dianggap sebagai pendekatan multi-protektif yang efektif. Hal ini telah terbukti dalam penelitian model SCI pra-klinis yang menunjukkan efektivitas terapi sel dalam mengurangi kerusakan yang terjadi setelah cedera.

Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa terapi stem cell secretome merupakan modalitas pengobatan yang menjanjikan untuk cedera SCI dan berpotensi menjadi pilihan yang lebih aman dan efektif dibandingkan dengan metode pengobatan lainnya. Namun demikian, penting untuk dipertimbangkan bahwa belum terdapat penelitian yang mengkaji hubungan yang pasti antara pemulihan alat gerak dan dosis sel untuk setiap lokasi pemberian terapi. Hal ini disebabkan oleh beragamnya sampel sel yang digunakan dan berbagai macam lokasi pemberian terapi yang dilakukan. Oleh karena itu, hasil meta analisis ini perlu ditafsirkan dengan hati-hati untuk memahami secara lebih mendalam tentang efektivitas penggunaan stem cell secretome sebagai modalitas pengobatan untuk cedera SCI.

Penulis:I Nyoman Semita, Dwikora Novembri Utomo, Heri Suroto
Judul Artikel:The role of stem cell secretome on spinal cord injury regeneration: a systematic review and meta-analysis
Jurnal:Bali Medical Journal
Tautan:https://www.balimedicaljournal.org/index.php/bmj/article/view/4131

AKSES CEPAT