51动漫

51动漫 Official Website

Pemeriksaan Dermoskopi pada Malassezia folliculitis

Folikulitis adalah gangguan inflamasi yang melibatkan bagian superfisial atau dalam dari folikel rambut. Penyebab folikulitis adalah infeksi bakteri, virus, parasit, atau jamur dan penyebab non-infeksi lainnya. Malassezia folliculitis (MF) adalah jenis folikulitis jamur yang paling umum yang disebabkan oleh ragi Malassezia, yang terletak di kelenjar sebaceous. MF dapat secara klinis menantang untuk dibedakan dari jerawat dan jenis folikulitis lainnya. Gambaran klinisnya yang khas adalah banyak papula atau pustula eritematosa berbentuk kubah, berukuran 2-3 mm, biasanya gatal, dan tersebar di leher, dada, punggung (bagian tengah), sisi ekstensor lengan atas, dan jarang muncul pada wajah.

Patogenesis pasti MF tidak sepenuhnya dipahami. Ragi dari genus Malassezia adalah jamur lipofilik yang merupakan bagian dari flora normal kulit manusia pada 75% -98% orang sehat. Namun, dalam keadaan tertentu, itu bisa tumbuh terlalu cepat dan menyebabkan reaksi peradangan pada kulit. Tingkat infeksi kulit Malassezia yang lebih tinggi diamati di iklim tropis karena kombinasi iklim yang lembab dan hangat. Selanjutnya, insiden yang lebih tinggi juga diamati pada mereka yang produksi sebum puncak (remaja sampai dewasa muda) dan lebih sering dilaporkan pada laki-laki daripada perempuan, dengan perkiraan prevalensi 2,5% sampai 16%. Faktor risiko MF termasuk imunosupresi, penggunaan baru-baru ini antibiotik spektrum luas dan kortikosteroid. Studi retrospektif di Surabaya tahun 2014-2017 oleh Primasari dan Ervianti melaporkan kejadian MF sebesar 22,4% pada pasien yang datang ke poliklinik dermatologi divisi mikologi, dengan usia rata-rata pada kisaran 15-24 tahun, dan mayoritas pasien adalah laki-laki.

Diagnosis MF dapat diidentifikasi dengan presentasi klinis biasa, yang harus mencakup mikroskop langsung dan kultur spesimen, pemeriksaan lampu Wood, pemeriksaan histopatologi, dan dermoskopi. Dermoskopi, sebagai alat bantu non-invasif, juga telah terbukti membantu dalam membantu diagnosis beberapa kondisi kulit nontumor, termasuk beberapa bentuk folikulitis. Perangkat ini menggunakan mikroskop genggam yang disebut dermatoscope (atau dermoscope) yang dilengkapi dengan lensa pembesaran dan sumber cahaya, yang memungkinkan pengamat untuk memeriksa morfologi bawah permukaan primer dari lesi kulit dengan sensitivitas dan spesifisitas yang dihitung 93,1% dan 67,3%. Pemeriksaan dermoskopi diharapkan dapat menjadi sarana pelengkap atau alternatif dalam hal tidak tersedianya fasilitas laboratorium mikologi.

Penulis; dr Evy Ervianti,Sp.KK(K)

Informasi lengkap dari tulisan ini dapat dilihat pada artikel kami di :

Dermoscopic Examination in Malassezia folliculitis

Zahruddin Ahmad, Evy Ervianti

AKSES CEPAT