51动漫

51动漫 Official Website

Pendekatan Baru untuk Mengevaluasi Glikoprotein Terkait Kehamilan Sapi Perah

Ilustrasi Sapi (Sumber: bptukdi.info)

Umumnya Pregnancy-Associated Glycoprotein (PAG) yang disekresikan dari sel binukleat fetoplasenta digunakan sebagai praktek klinis deteksi kebuntingan dini pada sapi. Dalam hasil penelitian terbaru ini, konsentrasi PAG pascapersalinan dipergunakan sebagai indikator untuk memantau pembersihan sel binukleat selama perbaikan uterus pascapersalinan. Konsentrasi PAG berkorelasi dengan parameter inflamasi, kondisi inflamasi pascapersalinan (mastitis, ketosis, dan kista folikel), dan kawin berulang yang berhubungan dengan gen FOXP3. Peradangan berlebihan yang terjadi selama periode pascapersalinan dapat mengurangi konsentrasi PAG secara bertahap. Mengklarifikasi mekanisme penurunan konsentrasi PAG selama periode pascapersalinan memiliki efek yang menguntungkan tidak hanya dalam meningkatkan efisiensi reproduksi tetapi juga kinerja aspek reproduksi pada sapi perah.

Kami mengevaluasi hubungan antara penurunan kadar PAG, parameter inflamasi (serum amiloid A [SAA] dan amiloid susu A [MAA]), kondisi inflamasi pascapersalinan (mastitis, ketosis, dan kista folikel), dan gen FOXP3. Sembilan belas sapi perah jenis Holstein-Friesian digunakan dalam penelitian ini. Hingga sekitar delapan minggu setelah melahirkan, pemeriksaan kesehatan mingguan dilakukan untuk mastitis dan ketosis, dan ultrasonografi organ reproduksi dilakukan. Penurunan tingkat PAG berkorelasi negatif dengan konsentrasi SAA. Sapi dengan mastitis menunjukkan tren penurunan PAG yang lebih lambat, dan persentase yang lebih besar dari sapi-sapi ini memiliki konsentrasi MAA di atas 12 渭g/mL dibandingkan dengan sapi-sapi yang tidak mengalami mastitis. Hasil korelasi negatif, meskipun tidak signifikan, diamati antara periode berahi dan penurunan tingkat PAG. Periode berahi berkorelasi dengan ada tidaknya kista folikel. Empat ekor sapi yang mengalami kista folikel adalah homozigot untuk alel G dari gen FOXP3 yang terkait dengan kawin berulang. Hasil ini menunjukkan adanya hubungan antara penurunan tingkat PAG dan status inflamasi selama periode postpartum. Dengan demikian, menekan inflamasi selama periode perinatal dapat meningkatkan efisiensi reproduksi dalam industri susu.

Penulis : Oky Setyo Widodo, drh., M.Si

Link     :

AKSES CEPAT