Masalah pada aorta, pembuluh darah utama tubuh yang membawa darah dari jantung ke seluruh tubuh, dapat berakibat fatal bila terjadi pelebaran (aneurisma) atau robekan. Saat ini, banyak kasus dapat ditangani tanpa operasi besar melalui TEVAR (Thoracic Endovascular Aortic Repair), yaitu tindakan minimal invasif dengan pemasangan alat khusus (stent-graft) pada pembuluh darah. Namun, prosedur menjadi lebih menantang pada zona 2, yaitu bagian lengkung aorta yang berdekatan dengan cabang menuju lengan kiri dan otak. Dokter harus memastikan stent menempel kuat tanpa menutup aliran darah ke pembuluh penting tersebut攕ebuah keseimbangan yang sulit dicapai dengan alat standar.
Untuk menjawab tantangan itu, para ahli mengembangkan Physician-Modified Endografts (PMEG), yang dimodifikasi langsung oleh dokter sebelum dipasang. Modifikasi ini menciptakan 渏endela kecil atau lubang pada stent sesuai dengan posisi pembuluh darah cabang pasien. Dengan cara ini, aliran ke arteri lengan kiri tetap terjaga tanpa perlu operasi tambahan di leher. Pendekatan ini sangat berguna terutama pada kasus darurat atau di rumah sakit yang belum memiliki perangkat khusus buatan pabrik, karena memungkinkan tindakan dilakukan lebih cepat dan tetap aman.
Dari hasil telaah sistematis terhadap 14 penelitian, PMEG menunjukkan tingkat keberhasilan teknis tinggi, dengan kelancaran aliran arteri subklavia kiri pada lebih dari 94% pasien. Tingkat kematian dalam 30 hari pasca tindakan relatif rendah, terutama pada pasien gawat darurat, sedangkan risiko stroke hanya 26% dan cedera saraf tulang belakang 鈮2%. Kasus kebocoran di tepi stent (endoleak) jarang terjadi, dan sebagian besar dapat ditangani tanpa operasi terbuka. Data ini menunjukkan bahwa PMEG tidak hanya efektif secara teknis, tetapi juga aman bagi pasien dengan kondisi kompleks atau berisiko tinggi.
Selain keberhasilan awal, hasil jangka menengah menunjukkan bahwa perangkat hasil PMEG tetap stabil tanpa pergeseran, patah, atau kegagalan fungsi. Kebutuhan tindakan ulang juga rendah. Ketika dibandingkan dengan prosedur hybrid (gabungan operasi terbuka dan endovaskular) atau operasi aorta konvensional, PMEG sering memberikan hasil lebih baik dalam hal efisiensi prosedur, waktu tindakan lebih singkat, dan risiko komplikasi yang lebih kecil. Meski demikian, hasil yang baik sangat bergantung pada perencanaan yang cermat, penggunaan citra tiga dimensi, dan keahlian tim operator dalam menyelaraskan posisi stent dengan anatomi pembuluh pasien.
Sebagai kesimpulan, PMEG merupakan inovasi penting dalam dunia kardiovaskular modern. Teknik ini memberikan solusi yang fleksibel, efektif, dan relatif aman bagi pasien dengan penyakit aorta, terutama pada zona 2, dan pada p mereka yang tidak dapat menjalani operasi besar. Meskipun data jangka panjang masih terbatas, bukti saat ini menunjukkan potensi besar PMEG untuk menjadi alternatif utama dalam perbaikan aorta yang kompleks. Ke depan, diperlukan penelitian lanjutan dan standar pelatihan yang lebih luas agar teknologi ini dapat diimplementasikan secara lebih merata dan aman di berbagai pusat pelayanan kesehatan.
Penulis: Rendra Mahardhika Putra, dr., Sp.J.P.
Informasi detail terkait artikel ini dapat dilihat pada:





