Sindrom metabolik adalah sekelompok gangguan metabolik akibat disfungsi jaringan adiposa. Jaringan adiposa merupakan organ endokrin yang mengeluarkan banyak adipokin pro-inflamasi dan anti-inflamasi. Garcinia mangostana dan Orthosiphon stamineus telah menunjukkan berbagai efek farmakologis, termasuk sifat antidiabetik, anti-dislipidemia, antiobesitas, antioksidan, dan anti-inflamasi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis interaksi senyawa fitokimia dari Garcinia mangostana dan Orthosiphon stamineus dalam menurunkan kadar adipokin pro-inflamasi sekaligus meningkatkan kadar adipokin anti-inflamasi. Metode: Penelitian ini merupakan studi insilico senyawa fitokimia dari Garcinia mangostana dan Orthosiphon stamineus yang diambil dari PubChem dan HMDB. Adipokin sebagai protein target diperoleh dari RCSB dan UniProt. Hasil:Mangostanin, mangostanol, dan mangostinon dari Garcinia mangostana, serta ladanein, salveginin, sinensetin, dan asam rosmarinat dari Orthosiphon stamineus, menunjukkan kompleks molekuler yang stabil dibandingkan dengan senyawa lainnya. Kesimpulan:Senyawa fitokimia dari Garcinia mangostana dan Orthosiphon stamineus menunjukkan potensi sebagai kandidat obat sindrom metabolik dengan memulihkan kadar adipokine. Namun, penelitian lebih lanjut masih diperlukan.
Penulis : Danti Nur Indiastuti, Salsabila, Bellinda, ZalzabillahTazkira, ArifaMustika, Suharjono ,Sukardiman
Link :





