51动漫

51动漫 Official Website

Pendekatan Pemberdayaan Outside-In untuk Meningkatkan Kemampuan Keluarga dalam Merawat Pasien Skizofrenia

Iluistrasi Skizofrenia (Sumber: Siloam Hospital)
Iluistrasi Skizofrenia (Sumber: Siloam Hospital)

Keluarga yang merawat pasien skizofrenia sering kali mengalami rasa putus asa, kelelahan, dan ketidakberdayaan akibat kurangnya pengetahuan dan minimnya pelatihan. Hal ini dapat berdampak negatif pada kemampuan keluarga dalam memberikan perawatan yang optimal di rumah. Di Indonesia, prevalensi skizofrenia meningkat secara signifikan, termasuk di Kota Semarang yang mencatat tingkat kasus tertinggi. Sayangnya, berbagai upaya pemberdayaan keluarga yang selama ini dilakukan belum cukup efektif. Faktor utama yang menyebabkan ketidakmampuan keluarga dalam merawat pasien skizofrenia antara lain adalah kurangnya program pemberdayaan berbasis keluarga, minimnya edukasi tentang pencegahan, dan tidak adanya sistem dukungan berkelanjutan bagi keluarga. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi hubungan antara pengetahuan keluarga, keterampilan coping, dan interaksi keluarga dalam kerangka outside-in empowerment terhadap kemampuan mereka dalam merawat pasien skizofrenia.

Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional. Sampel terdiri dari 135 keluarga yang memiliki pasien skizofrenia kemudian dipilih melalui purposive sampling sesuai kriteria penelitian. Penelitian dilakukan di Rumah Sakit Jiwa Dr. Amino Gondohutomo, Jawa Tengah. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Variabel utama yaitu pemberdayaan outside-in yang mencakup pengetahuan, keterampilan coping, dan interaksi keluarga, serta kemampuan keluarga dalam merawat pasien. Pengetahuan diukur melalui kuesioner mengenai proses penyakit, gejala, faktor pemicu, cara perawatan, dan pencegahan kambuh. Keterampilan coping diukur menggunakan Family Coping Questionnaire (FCQ), sementara interaksi keluarga diukur melalui Brief Family Relationship Scale (BFRS). Analisis data dilakukan dengan regresi linier berganda dengan tingkat signifikansi 95% (p<0,05).

Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan, keterampilan coping, dan interaksi keluarga dengan kemampuan keluarga dalam merawat pasien skizofrenia. Di antara ketiga variabel tersebut, interaksi keluarga merupakan prediktor paling kuat terhadap kemampuan merawat. Meskipun sebagian besar keluarga menunjukkan tingkat kemampuan sedang dalam memenuhi kebutuhan ADL mereka masih kesulitan dalam membantu interaksi sosial dan pengembangan keterampilan produktif pasien. Temuan ini menekankan pentingnya meningkatkan kohesi keluarga, mengurangi konflik, dan memperkuat komunikasi dalam keluarga sebagai bagian dari strategi pemberdayaan. Oleh karena itu, intervensi berbasis outside-in seperti psikoedukasi dan program dukungan keluarga menjadi sangat penting dalam meningkatkan efektivitas perawatan pasien skizofrenia di rumah.

Artikel ini merujuk pada penelitian dengan judul Exploring outside-in empowerment approach to improve the family’s ability to manage schizophrenia disorder

Penulis: Prof. Dr. Nursalam, M.Nurs (Hons)

Link:

AKSES CEPAT