51动漫

51动漫 Official Website

Peneliti UNAIR Lolos Kursus Kedokteran Tropis di Nagasaki University

Dr Arif Nur Muhammad Ansori, peneliti dari Sekolah Pascasarjana 51动漫 (UNAIR) (Foto: Dok pribadi).
Dr Arif Nur Muhammad Ansori, peneliti dari Sekolah Pascasarjana 51动漫 (UNAIR) (Foto: Dok pribadi).

UNAIR NEWS Dr Arif Nur Muhammad Ansori, peneliti dari 51动漫 (UNAIR), terpilih sebagai salah satu peserta Certificate in Tropical Medicine di School of Tropical Medicine and Global Health, , Jepang. Program ini menerima sekitar 10 peserta dari berbagai negara, termasuk Kenya, Jepang, Denmark, dan Indonesia.

Program ini merupakan kursus daring paruh waktu selama enam bulan yang dirancang untuk tenaga kesehatan profesional. Materinya mencakup penyakit tropis, mulai dari infeksi virus, bakteri, jamur, protozoa, hingga kesehatan ibu dan anak, gizi, serta keadaan darurat kesehatan masyarakat. Kursus ini juga telah mendapatkan pengakuan dari Federation of the Royal Colleges of Physicians of the United Kingdom dengan 50 CPD (Continuing Professional Development) Credits.

淪aya ingin memperdalam pemahaman tentang penyakit tropis dan cara penanganannya di negara berkembang. Program ini juga membuka wawasan mengenai pendekatan global terhadap kesehatan masyarakat, ujar Arif.

Peserta yang diterima dalam program ini harus memiliki latar belakang medis yang diakui serta kemampuan bahasa Inggris yang baik. Persaingan cukup ketat mengingat jumlah kursi yang terbatas. Arif mengungkapkan bahwa tantangan terbesar dalam seleksi adalah memastikan latar belakang pendidikan dan pengalaman sesuai dengan standar yang ada. Selain itu, kemampuan memahami materi berbahasa Inggris menjadi faktor krusial.

淧rogram ini hanya menerima tenaga kesehatan profesional seperti dokter, perawat, asisten dokter, dan peneliti. Karena itu, seleksi berlangsung dengan ketat untuk memastikan peserta memiliki kualifikasi yang sesuai, katanya.

Sebagai peneliti di bidang virologi, Arif menargetkan penerapan ilmu yang ia peroleh dalam riset dan pengendalian penyakit menular di Indonesia. Ilmu dari kursus ini juga mendukung pengembangan kebijakan kesehatan berbasis bukti. Selain itu, program ini memperluas jejaring internasional dengan tenaga medis dari berbagai negara. Hal ini membuka peluang kolaborasi riset global, terutama dalam surveilans penyakit menular.

淧rogram ini diharapkan dapat menjadi batu loncatan untuk perluasan wawasan di bidang kedokteran tropis ataupun kesehatan global, ujarnya.

Penulis: Ameyliarti Bunga Lestari
Editor: Edwin Fatahuddin

AKSES CEPAT