51动漫

51动漫 Official Website

Pengaruh Dosis Krioprotektan Terhadap Viabilitas Blastoscyst Mencit

Ilustrasi by Indonesia Oneresearch

Kriopreservasi merupakan metode teknologi reproduksi yang berguna untuk embrio dan pengawetan makhluk yang hampir punah. Krioprotektan yang sering digunakan untuk vitrifikasi adalah Propaanediol (PROH), dimethylsulfoxide (DMSO) dan etylene glycol (EG) karena memiliki hasil yang baik dan efisien. Mencit merupakan salah satu hewan percobaan yang banyak digunakan untuk percobaan karena struktur gennya yang mirip dengan manusia dan mudah diperoleh. Kriopreservasi merupakan metode teknologi reproduksi yang berguna untuk embrio dan pengawetan makhluk yang hampir punah. Kriopreservasi memiliki hasil yang baik dalam berbagai penelitian dan salah satu yang paling banyak digunakan adalah vitrifikasi. Vitrifikasi merupakan embrio pembekuan cepat pada suhu -196OC tanpa membentuk kristal es. Keuntungan dari vitrifikasi adalah tidak membentuk kristal es yang dapat mematikan sel. Dalam metode vitrifikasi sel atau jaringan diinkubasi menggunakan cryoprotectant yang memiliki konsentrasi tinggi. Sudah banyak penelitian yang menggunakan kombinasi krioprotektan, namun masih menunjukkan hasil yang rendah, penurunan viabilitas embrio sering terjadi karena proses pemanasan, perubahan suhu yang menyebabkan kerusakan sel tetapi juga karena krioprotektan tidak dapat mengurangi kejutan osmotik selama vitrifikasi.

Krioprotektan yang sering digunakan untuk vitrifikasi adalah Propaanediol (PROH), dimethylsulfoxide (DMSO) dan etylene glycol (EG) karena memiliki hasil yang baik dan efisien. Dimetil Sulfoksida memiliki berat molekul 78,13 g/mol, EG memiliki 70 g/mol dan PROH memiliki 76,06 g/mol. Ukuran dan kepadatan krioprotektan memiliki efek yang berbeda pada berbagai spesies (19 kategori). Krioprotektan bersifat toksik, oleh karena itu penggunaannya harus dilakukan dengan benar, banyak penelitian yang menggunakan kombinasi EG dan DMSO menunjukkan hasil yang baik. Publikasi penelitian menunjukkan bahwa vitrifikasi dengan larutan krioprotektan yang berbeda dimungkinkan untuk embrio manusia dan mamalia, seperti kombinasi DMSO dengan etilen glikol (EG), atau EG saja. Pembekuan ultracepat dan vitrifikasi paling umum digunakan untuk kriopreservasi tikus. Dalam penelitian sebelumnya, pembekuan morula mencit menunjukkan tingkat perkembangan yang baik (83,6 hingga 92,9% blastokista) diperoleh dengan ultra-cepat, menggunakan 30% gliserol. Penelitian lain menunjukkan hasil yang baik menggunakan stadium morulae dengan viabilitas 80%.

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui peningkatan viabilitas blastokista mencit dengan kombinasi krioprotektan etilen glikol (EG) dan dimetil sulfoksida (DMSO) intraseluler pada vitrifikasi. Penelitian ini menggunakan oosit mencit kemudian dilakukan fertilisasi in vitro dan dikultur hingga mencapai stadium blastokista. Mencit disuperovulasi menggunakan 5 IU PMSG dan 5 IU hCG setelah 48 jam, kemudian monomatting menggunakan jantan infertil. Sel telur diambil dengan cara merobek kantong pembuahan dan dicuci menggunakan MEM. Embrio dikultur sehingga mencapai fase blastokista kemudian dibagi menjadi 4 kelompok yaitu vitrifikasi menggunakan EG 30%, DMSO 30%, EG kombinasi 20% + DMSO 10% dan EG kombinasi P4 10% dan DMSO 20%. Keempat kelompok tersebut dimasukkan ke dalam hemi straw yang telah dimodifikasi dengan berurn 0,25 kemudian dimasukkan kembali ke dalam hemi straw dengan ukuran 0,5. Hemi Straw yang sudah berisi embrio dimasukkan ke dalam wadah N2 cair dengan suhu -196. Pemanasan dilakukan setelah embrio divitrifikasi selama seminggu. Setelah dikeluarkan dari wadah, dilakukan pemanasan pada suhu kamar. Embrio hemi jerami dimasukkan ke dalam kadar sukrosa secara bergantian, yaitu masing-masing 0,25 M, 0,5 M dan 1M selama 2 menit. Proses pemanasan untuk menghilangkan krioprotektan yang ada di dalam embrio. Pemeriksaan viabilitas blastokista dilakukan dengan menggunakan mikroskop terbalik. Hasil penelitian ini terdapat perbedaan yang bermakna antara kelompok yang menggunakan kombinasi krioprotektan EG 20% dan DMSO 10% (p<0,05) dengan viabilitas 84%. Kombinasi EG dan DMSO dapat meningkatkan viabilitas blastokista mencit. Kombinasi etilen glikol 20% dan dimetil sulfoksida 10% merupakan kombinasi konsentrasi terbaik berdasarkan penelitian ini.

Penulis: Epy Muhammad Luqman

Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan di

Nama jurnal: Ecology, Environment and Conservation Journal

Link jurnal: 

AKSES CEPAT