51动漫

51动漫 Official Website

Pengaruh Ekstrak Etanol Phyllanthus niruri l terhadap Ekspresi Malondialdehid ERK-1 terhadap Ketebalan Sel Epitel Vagina Mencit Menopause

Ilustrasi tikus (oleh Greeners)

Menopause merupakan kondisi ovarium berhenti memproduksi estrogen sehingga mengakibatkan vagina menjadi atrofi.  Wanita yang mengalami menopause sering mengeluhkan kekeringan vagina (atrofi), yang dapat menyebabkan nyeri saat berhubungan seksual. Kering pada vagina menimbulkan selain mengakibatkan nyeri saat berhubungan seksual, juga menyebabkan keputihan, hingga dyspareunia yang dapat menurunkan kualitas hidup wanita.

Penelitian ini menggunakan hewan percobaan yang menjalani ovariektomi (OVX), suatu proses yang melibatkan sterilisasi hewan betina dengan cara mengangkat ovarium melalui pembedahan (ovariektomi). OVX ini digunakan untuk membuat model menopause dengan melakukan pengangkatan pada kedua ovarium. Model hewan yang meniru fase menopause sangat penting untuk lebih memahami proses biologis yang terlibat selama tahap kehidupan ini. Banyak perubahan fisiologis, metabolik, dan imunologis terjadi dalam tubuh selama menopause.

Atrofi berhubungan dengan Malondialdehyde (MDA) dan Extracellular Signal-Regulated Protein Kinase-1 (ERK-1), merupakan jalur stres oksidatif yang ditandai dengan ketidakseimbangan antara radikal bebas dan antioksidan. Variabel protein jalur antioksidan ini yang diamati dengan pemeriksaan imunohistokimia (IHC).

Hasil penelitian dengan analisis statistik variabel Malondialdehid (MDA) menunjukkan bahwa ekstrak etanol Phyllanthus niruri l memiliki pengaruh yang signifikan terhadap penurunan ekspresi Malondialdehid (MDA).  Variabel Extracellular Signal-Regulated Protein Kinase-1 (ERK-1) juga menunjukkan bahwa ekstrak etanol Phyllanthus niruri l memiliki pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan ekspresi ERK-1. Hasil analisis statistik variabel ketebalan sel epitel vagina menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh yang signifikan ekstrak etanol meniran terhadap peningkatan ketebalan sel epitel vagina.

Jalur stres oksidatif yang terkait dengan atrofi vagina yang dialami oleh wanita menopause menunjukkan bahwa ekstrak phyllanthus niruri aktif bertindak sebagai antioksidan dengan hasil terdapat penurunan ekspresi Malondialdehyde (MDA) dan terbukti dapat meningkatkan ekspresi Extracellular Signal-Regulated Protein Kinase-1(ERK-1).

Fitokimia dari ekstrak tumbuhan khususnya polifenol dapat bertindak sebagai antioksidan dalam tubuh. Ekstrak phyllanthus niruri  juga mengandung flavonoid berperan melindungi terhadap hipoksia, yang menyebabkan perubahan pada semua tingkat organisasi sel darah merah. Hal ini dapat memengaruhi sifat fungsional pengangkutan oksigen hemoglobin dan akhirnya menyebabkan degradasi sel darah merah total. Sifat anti oksidan ini yang dapat meningkatkan dan mempertahankan derajat kesehatan.  

Ketebalan sel epitel di vagina tidak menunjukkan penebalan yang signifikan. Hal ini dapat disebabkan oleh penurunan fisiologis estrogen selama menopause, yang menyebabkan penipisan atau atrofi pada organ reproduksi fisiologis. Atrofi vagina merupakan gejala umum defisiensi estrogen pascamenopause dan dapat bermanifestasi sebagai kekeringan, iritasi, pendarahan, infeksi, dispareunia, dan dapat memengaruhi fungsi seksual dan kualitas hidup.

Kekeringan pada vagina selama menopause juga dapat disebabkan oleh kekurangan cairan atau dehidrasi. Wanita lanjut usia berisiko lebih tinggi mengalami dehidrasi karena pada fase ini mengisi kembali cairan intra sel akan lebih lambat dibandingkan dengan wanita sebelum menopause. Terapi estrogen bisa meningkatkan sensitivitas osmotik terhadap mekanisme yang menjaga air tubuh, membantu wanita menopause mengatur cairan tubuh dan menghindari dehidrasi.

Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa tanaman Phyllanthus niruri memberikan dampak terhadap stress oksidatif yaitu Spesi Oksigen Reaktif (ROS) yang ditandai dengan penurunan ekspresi MDA dan peningkatan ekspresi ERK-1. Variabel ketebalan sel epithel vagina tidak mengalami peningkatan yang significant pada mencit (mus muscullus) model menopause. Dibutuhkan penelitian lanjut pada hewan model yang treatment perlakuan diberikan sebelum terjadi atrovi pada vagina (pre menophause).  

Penulis: Prof.Dr.HendyHendarto.,dr.,Sp.OGSubsp.FER(K)

Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di: 2025 Pharmacognosy Journal EManuscript Technologies E- ISSN: 0975-3573 https://phcogj.com/article/2424

AKSES CEPAT