51动漫

51动漫 Official Website

Pengaruh Epigallocatechin Gallate pada Pembentukan Biofilm Streptococcus Gordonii

Pengaruh Epigallocatechin Gallate pada Pembentukan Biofilm Streptococcus Gordonii
Sumber: Colgate

Rongga mulut merupakan salah satu bagian penting dalam tubuh, karena berperan sebagai pintu masuk utama nutrisi kedalam mulut, sehingga membutuhkan perhatian kesehatan rongga mulut yang lebih baik. Penyakit pada gigi dan mulut yang paling sering dialami masyarakat Indonesia adalah karies gigi terutama pada anak揳nak. Tercatat bahwa angka prevalensi karies pada anak-anak di Indonesia mencapai 90,2%.

Karies merupakan suatu keadaan dimana jaringan keras gigi mengalami kerusakan. Proses karies gigi terjadi karena adanya interaksi antara gula, saliva, struktur gigi, dan biofilm pada permukaan gigi. Secara dinamis, dalam proses terbentuknya karies, terjadi proses demineralisasi dan remineralisasi secara bergantian. Jika proses demineralisasi terjadi dalam waktu yang lama tanpa diimbangi proses remineralisasi, maka akan terbentuk karies pada gigi.

Proses terjadinya karies gigi tersebut sangat dipengaruhi oleh adanya biofilm. Biofilm merupakan agregat bakteri dengan berbagai spesies dimana sel- sel bakteri saling melekat pada suatu permukaan dan dibungkus dalam matriks yang diproduksi oleh bakteri itu sendiri, yaitu Extracellular Polymeric Substances (EPS). Streptococus gordonii adalah bakteri Gram- positif dengan rantai alfa-hemolitik berbentuk coccus  yang memiliki peran penting sebagai bakteri pionir pada proses pembentukan biofilm.

Bakteri Streptococcus gordonii memiliki peran penting dalam pembentukan plak gigi yang dapat berkembang menjadi karies gigi. Bakteri S.gordonii berperan sebagai bakteri pionir atau bakteri yang pada tahap awal berkoloni pada permukaan gigi dan berkumpul dengan mikroorganisme lainnya seperti Candida albicans, P. gingivalis, dan juga bakteri Streptococcus lainnya untuk membentuk biofilm.

Dalam patogenesis terjadinya karies gigi, S. gordonii juga merupakan fasilitator S. mutans yang merupakan patogen utama karies gigi. S. gordonii memiliki waktu untuk berkembang biak lebih cepat daripada S. mutans dimana semakin cepat waktu multiplikasi bakteri maka akan semakin banyak ruang dan nutrisi yang didapatkan bakteri untuk tumbuh.

Terjadinya karies bermula dari biofilm bakteri pada permukaan gigi memetabolisme gula sehingga menghasilkan asam organik. Asam organik tersebut menyebabkan demineralisasi struktur mineral kristal gigi. Asam organik yang terkumpul akan menyebabkan pH rongga mulut menjadi turun sehingga terjadi demineralisasi yang mengakibatkan  porositas akan meningkat, ruang antar kristal enamel, dan permukaan menjadi lunak yang akan menyebabkan asam dapat masuk lebih dalam lagi dan demineralisasi berlanjut hingga di bawah enamel atau dentin.

Penggunaan obat dari bahan tanaman dalam bidang kedokteran gigi tampaknya menjadi pilihan sebagian besar masyarakat saat ini, salah satunya adalah teh hijau. Komposisi dari teh hijau antara lain polifenol, kafein, karbohidrat, protein, pigmen, mineral, lipid, dan vitamin, dimana kandungan mayoritas dari teh hijau adalah polifenol. Hampir seluruh kandungan polifenol pada teh hijau adalah katekin. Katekin utama yang terkandung dalam teh hijau adalah Epigallocatechin gallate (EGCG) dimana memiliki efek yang baik untuk kesehatan, yaitu sebagai antitumor, antioksidan, dan antimikroba.

Teh hijau mengerahkan aktivitas antibakteri dengan bekerja pada komponen pelindung air liur (imunoglobulin sekretori, histatin, mucin, lisozim, laktoferin dan peroksidase oral). EGCG dapat menghambat pertumbuhan bakteri Gram positif dan Gram negatif. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa EGCG lebih efektif dalam menghambat pertumbuhan bakteri Gram positif daripada bakteri Gram negatif. Penelitian lain menegaskan bahwa EGCG dapat menghambat pertumbuhan beberapa bakteri, misalnya Mycobacterium tuberculosis, Stenotrophomonas maltophilia, Staphylococcus aureus, Helicobacter pylori, Staphylococcus aureus dan Streptococci spp.

EGCG mengganggu pembentukan biofilm melalui setidaknya tiga mekanisme yang berbeda, diantaranya dengan cara  penghambatan pertumbuhan bakteri melalui penghambatan metabolisme bakteri, penyebaran bakteri dan penghambatan aktivitas enzim Glucosyltransferase (Gtf). Sebuah studi telah menegaskan bahwa EGCG mengurangi ekspresi tiga gen yang mengkode enzim Gtf. Enzim Gtf berperan penting dalam mengubah sukrosa menjadi glukan, komponen dasar EPS yang penting untuk pembentukan biofilm, sehingga menghambat pembentukan biofilm.

EGCG dapat memasuki membran sel, merusak lapisan ganda lipid dan akibatnya melemahkan dinding bakteri, faktor penting dalam pertahanan dan pertumbuhan bakteri. Selain itu, EGCG dapat menghambat aktivitas sistem fosfoenolpiruvat-fosfotransferase (PEP-PTS), yang mempunyai peranan penting untuk mengangkut glukosa ke dalam bakteri. Penghambatan aktivitas PEP-PTS dapat membatasi penyerapan glukosa ke dalam sel bakteri, sehingga mempengaruhi metabolisme bakteri dan mengganggu produksi asam.

Penulis: Prawati Nuraini, drg., M.Kes., Sp.KGA.

Link:

Baca juga: Senyawa Epigallocatechin 3-O-gallate sebagai Terapi Adjuvant Periodontitis

AKSES CEPAT