51动漫

51动漫 Official Website

Pengaruh Intervensi yang Dipimpin PerawatPada Lanjut Usia dengan Demensia

Berbagai penelitian telah banyak dilakukan dengan tujuan untuk mencegah memburuknya dampak demensia terhadap kesehatan fisik dan mental lanjut usia. Kami melakukan tinjauan sistematik review dan meta-analisis yang bertujuan untuk mengetahui sejauh mana pengaruh intervensi yang dipimpin perawat pada lanjut usia yang menderita demensia. Hasil meta-analisis menunjukkan bahwa intervensi tersebut secara signifikan mengurangi tingkat depresi dan meningkatkan kualitas hidup penderita demensia.

Studi saat ini menemukan bahwa terapi reminiscence , terapi perilaku kognitif, dan intervensi perawatan berbasis rumah multidimensi (terapi perilaku kognitif, aktivasi perilaku, terapi penerimaan dan komitmen) secara efektif mengurangi depresi pada penderita demensia setelah tiga, lima, dan 18 bulan intervensi diberikan. Hasil perlakukan yang signifikan ini dimungkinkan dicapai karena beberapa hal sbb: Pertama, sepanjang proses intervensi, peserta mungkin telah mengembangkan keterampilan mengatasi masalah dan pengurangan stres. Hal ini konsisten dengan penelitian sebelumnya sebelumnya yang mengkaji efektivitas terapi perilaku kognitif menunjukkan peningkatan pengaruh pada penderita demensia. Kedua, kelompok dukungan pengasuhan berbasis rumah demensia memungkinkan keluarga untuk terlibat dalam program intervensi. Strategi ini membantu penderita demensia meningkatkan persepsi mereka tentang arti pengasuhan. Oleh karena itu, program ini dapat membantu mengurangi emosi dan perilaku yang berhubungan dengan depresi dengan cepat.

Intervensi yang dipimpin perawat juga terbukti efektif dalam meningkatkan kualitas hidup. Program psikoedukasi berdurasi 15 bulan, 18 bulan perawatan berbasis rumah multidimensi, dan enam bulan konseling pra-diagnostik, penilaian kesejahteraan, dan konsultasi terapeutik menunjukkan peningkatan yang berarti secara statistik dan klinis dalam kualitas hidup penderita demensia. Kualitas hidup adalah ukuran nilai yang diberikan pada durasi hidup yang dimodifikasi oleh gangguan, kondisi fungsional, persepsi, dan peluang, serta dipengaruhi oleh penyakit, cedera, pengobatan, dan kebijakan. Juga terdapat penelitian yang melaporkan bahwa pengobatan depresi pada penderita demensia membantu pasien beradaptasi dan mengatasi masalah yang penting untuk meningkatkan kualitas hidup pasien dan keluarganya. Demikian pula, penelitian kami menunjukkan intervensi yang dipimpin perawat, secara efektif mengurangi tingkat depresi sekaligus meningkatkan kualitas hidup penderita demensia secara signifikan.

Namun, pada penelitian ini juga menemukan pengaruh intervensi yang dipimpin perawat tidak memperlihakan hasil yang signifikan pada fungsi kognitif lanjut usia dengan demensia. Dukungan perilaku, dukungan psikologis, terapi kenangan, konseling pra-diagnostik, penilaian kesejahteraan, dan konsultasi terapeutik, pelatihan terkomputerisasi, dan manajemen perawatan demensia dengan lama intervensi minimal tiga hingga maksimal 18 bulan tidak efektif meningkatkan fungsi kognitif penderita demensia . Mungkin ada beberapa asumsi tentang bagaimana intervensi kognitif tidak mempengaruhi fungsi kognitif. Kemunduran kognitif pada penderita demensia dapat berkembang secara bertahap, tiba-tiba, atau melalui kombinasi keduanya. Karena progresifitas penyakit ini, pengujian kognitif terperinci tidak layak dan tidak berarti untuk diuji pada orang dengan demensia berat atau demensia ringan-sedang dengan depresi berat. Akibatnya, pasien mungkin tidak melaporkan gejalanya dan/atau perawatnya melaporkan gejalanya secara berlebihan.

Secara klinis, terapi kognitif bertujuan untuk mempertahankan lima domain inti berikut: fungsi eksekutif, perhatian, memori, bahasa, dan fungsi visuospasial.  Efektivitas terapi kognitif pada penderita demensia berpatokan pada mencegah fungsi kognitif saat ini dari kerusakan otak progresif dengan cara menstimulasi keterampilan berpikir, konsentrasi, dan memori dan pendekatan yang berfokus pada solusi yang akibat dari gangguan tersebut. Inkonsistensi efektivitas terapi kognitif pada fungsi kognitif menggarisbawahi bahwa program kognitif yang mendasarinya memerlukan penyelidikan lebih lanjut. Oleh karena itu, intervensi yang dipimpin perawat pada penderita demensia melalui penyesuaian pendekatan individu berdasarkan lintasan demensia, profil gejala individu, dan preferensi individu kemungkinan besar akan menghasilkan perbaikan lebih lanjut.

Namun, penelitian kami juga menemukan tidak ada perbedaan signifikan pada fungsi kognitif lanjut usia yang mengalami demensia setelah mendapatkan terapi yang dipimpin oleh perawat. Minimnya manfaat ini secara signifikan mungkin disebabkan oleh progresifitas gangguan neurodegeneratif. Sehingga diperlukan penelitian lebih lanjut dengan skala yang lebih besar untuk memahami fungsi kognitif penderita demensia secara lebih komprehensif. Secara keseluruhan, tinjauan ini menambah bukti yang ada bahwa intervensi yang dipimpin perawat secara efektif mengurangi depresi dan meningkatkan kualitas hidup penderita demensia.

Penulis: Ira Suarilah., S.Kp., M.Sc., Ph.D Sumber: Systematic Review and Meta-Analysis of Effects of Nurse-Led Intervention for People with Dementia,

AKSES CEPAT