51动漫

51动漫 Official Website

Ukuran Faktor Risiko dalam Studi Kasus Kontrol pada Peristiwa Kematian Neonatal Dini di Propinsi Nusa Tenggara Timur

IL by Jatim Network

Dalam  pendekatan epidemiologis, ukuran statistik faktor risiko sering digunakan untuk menyajikan seberapa kuat suatu faktor terkait dengan peristiwa kesehatan seperti kematian neonatal dini.  Ukuran statistik risiko relatif (RR) digunakan bila data tingkat insiden dari kematian neonatal dini tersedia. Data tersebut diperoleh lewat studi kohort. Namun bila data tingkat insiden dari kematian neonatal dini tidak tersedia mengingat penelitian dilakukan dengan menggunakan desain kasus-kontrol, maka sebagai pengganti risiko relatif digunakan odds ratio.

Kematian neonatal di propinsi Nusa Tenggara Timur masih tinggi. Kematian neonatal dini merupakan penyumbang terbesar kematian neonatal dengan persentasi di atas 70%. Kematian neonatal dini terjadi dalam waktu kurang dari 7 hari sesudah kelahiran(UNICEF, 2018). Studi ini menitik beratkan pada kovariat yang  diketahui terkait dengan variabel dependen (dalam hal ini kematian neonatal dini). Pemilihan kovariat tersebut  berdasarkan pengetahuan dan/atau penelitian tentang hubungan  antara variabel dependen dan kovariat (Kleinbaum et al., 1988). Selanjutnya direkomendasikan untuk hanya kovariat yang diketahui berkaitan dengan variabel dependen (dalam hal ini kematian neonatal dini) yang mempunyai potensi sebagai pembaur(confounders) dan/atau pengubah efek(effect modifiers). Dalam bidang epidemiologi kovariat demikian disebut faktor risiko (risk factor) (Kleinbaum et al., 1988).

Memang faktor risiko bukan sebagai penyebab langsung namun merupakan faktor yang memberikan sumbangan terhadap kematian neonatal dini. Seberapa besar sumbangan suatu faktor risiko terhadap timbulnya kematian neonatal dini akan membantu para pemangku kepentingan kesehatan dalam melakukan upaya kesehatan masyarakat di tingkat masyarakat.

Peningkatan kematian neonatal dini terkait dengan faktor risiko  umur ibu di bawah 25 tahun atau di atas 35 tahun, riwayat bayi lahir mati, ibu dengan tuberculosis, ibu dengan hipertiroid,  partus prematur, partus lama, melahirkan di luar fasilitas kesehatan,  bayi dengan berat badan lahir rendah, dan bayi dengan asfiksia.

Faktor risiko yang mempunyai peringkat paling tinggi adalah ibu dengan bayi berat badan lahir rendah, sedangkan peringkat paling rendah adalah ibu umur di bawah 20 tahun atau di atas 35 tahun.

Para pemangku kepentingan kesehatan di tingkat kabupaten/kota di propinsi Nusa Tenggara Timur dapat menggunakan hasil penelitian ini untuk menurunkan kematian neonatal dini lewat upaya pencegahan kesehatan masyarakat langsung kepada ibu dengan faktor risiko di atas dengan mempertimbangkan peringkat faktor risiko dan sumber daya Kesehatan.

Penulis: Prof. Dr. Kuntoro, dr., MPH.PH.

Jurnal: Risk factors of early neonatal death in East Nusa Tenggara, Indonesia: a case-control study

AKSES CEPAT