Pendahuluan
Gigi berlubang adalah infeksi pada gigi karena adanya perubahan mikroba pada komunitasnya yang komplek, terjadi karena adanya konsumsi gula, pola aliran saliva, dan perilaku. Perubahan jangka panjang mikroba penghasil asam yang ada pada plak gigi menyebabkan penurunan pH plak dan tingginya asupan makanan yang mengandung sukrosa serta didukung adanya kebersihan mulut, penuaan, faktor genetik, dan perubahan sistem kekebalan tubuh dapat , menyebabkan beberapa spesies penghasil asam , seperti Streptococcus mutans atau Lactobacilli berkembang pesat dalam plak gigi.
Karies anak usia dini yang parah (S-ECC) adalah bentuk karies gigi yang sangat destruktif yang ditandai dengan nilai indeks kerusakan gigi atau decay, exofiliation, filling (def-t) > 6 yang melibatkan kerusakan beberapa gigi, termasuk gigi depan rahang atas dengan tanda-tanda kerusakan permukaan halus pada anak-anak di bawah usia 3 tahun yang biasanya terjadi setelah gigi pertama erupsi dan berkembang pesat menjadi suatu lubang hanya dalam waktu 6 hingga 12 bulan.
Pegagan merupakan salah satu tanaman yang dikenal luas sebagai tanaman obat karena mengandung siaticoside, brahmoside, asiatic acid, dan brahmic acid (madecassic acid) serta senyawa lain termasuk centellose, centelloside, dan madecassoside. Triterpenoid, saponin C. asiatica, menunjukkan efek imunomodulator, sedangkan pektin memiliki aktivitas imunostimulan. Ekstrak etanol pegagan mengaktifkan sistem imun yang diperantarai sel yang meningkatkan fungsi fagosit dari netrofil. Berdasarkan alasan tersebut, penelitian ingin membuktikan bahwa ekstrak metanol pegagan dapat meningkatkan peran sel netrofil saliva dalam mencegah terjadinya S- ECC melalui penghambatan pelepasan sitokin proinflamasi.
Metode dan Hasil
Pembuatan ekstrak pegagan dilakukan di laboratorium materia medica Batu- Malang Jawa timur. Pengambiulan sampel dilakukan di TK di wilayah Surabaya. Sampel diperiksa untuk mengelompokkan derajat keparahan gigi dengan cara mengukur indeks gigi berlubang yaitu def-t nya, dan kemudian siswa dengan def-t lebih besar dari 6 dipilih sebagai sampel penelitian. Pengambilan sampel saliva dilakukan oleh peneliti dan orang-orang bersertifikat dengan cara sebagai berikut: Selama 60 menit sebelum pengambilan sampel, responden tidak diperbolehkan makan, minum, mengunyah permen karet, atau menyikat gigi. Untuk analisis, sampel dikumpulkan dan kemudian dibekukan pada – 80 掳 C . sampel dianalisa dengan menggunakan marker antibody anti IL-1尾 yang kemudian dianalisis menggunakan flow cytometry.
Hasil analisis statistik uji-t pada kelompok tanpa gigi berlubang menunjukkan bahwa pemberian ekstrak pegagan pada konsentrasi 12,5 g/mL menyebabkan penurunan ekspresi IL-1 尾 yang signifikan di permukaan sel netrofil saliva, sedangkan hasil analisis statistik uji-t pada kelompok anak Tk dengan h-index lebih sama degan 6. Bakteri S. mutans sebagai sumber penyebab gigi berlubang diidentifikasi oleh sel netrofil menghasilkan peningkatan pelepasan IL-1尾. Ketika ligan mikroba dideteksi oleh reseptor yang sesuai, sel efektor imunitas bawaan melepaskan sitokin proinflamasi, yang mengaktifkan sel T dan B, menghasilkan respon imun yang diperantarai sel dan humoral.
Kesimpulan
Ekstrak C. asiatica (pegagan) memiliki efek mengurangi sitokin proinflamasi IL-1尾 yang diproduksi oleh netrofil saliva anak dengan gigi berlubang yang parah, hal ini menunjukkan bahwa ekstrak pegagan adalah kandidat untuk pengobatan anak dengan gigi berlubanh yang parah.
Penulis: Dr. Muhammad luthfi, drg., M.Kes
Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di:
Muhammad Luthfi, Fathillah Abdul Razak, Devy Putri Kusumawardhani, Ayu Anggraini Broto Nagoro, Naura Fadhila. The Effect of Centella asiatica Methanolic Extract on Expression of IL-1尾 Proinflammatory Cytokines in Severe Early Childhood Caries. Eur J Dent. 2022





