51

51 Official Website

Pengaruh Suhu terhadap Seks dan Hormon Steroid Selama Inkubasi Telur, Pemeliharaan Larva, dan Produksi Juvenil Purple Mud Crab

Foto oleh Flickr

Scylla tranquebarica merupakan salah satu spesies yang berpotensi besar untuk domestikasi dan dikembangbiakan serta dibudidayakan, dikarenakan induknya tersedia sepanjang tahun. Nilai komersial jenis kepiting ini sangat tinggi dengan kualitas dan rasa dagingnya. Di Malaysia, harga pasar yang ditawarkan untuk kepiting jantan ukuran super S. tranquebarica (700900 g per ekor) adalah RM 7985 (ringgit Malaysia) atau sekitar 270-300 ribu rupiah per ekor kepiting. Berat jantan raksasa dari spesies ini bisa mencapai 1,2 kg per kepiting. Ditambah lagi cakarnya yang besar dapat meningkatkan nilai komersial kepiting jantan, harganya bisa mencapai lebih dari 700 ribu rupiah per kg untuk sebuah cakar raksasa dengan berat sekitar 300 g. Sementara itu, kepiting betina yang bertelur dapat meningkatkan nilai pasar dengan harga kepiting telur segar adalah RM 7890 per kg. Kepiting merupakan sumber protein makanan akuatik yang berharga, dan penangkapan serta budidayanya membantu pertumbuhan ekonomi banyak negara pesisir. Tingginya harga di pasar domestik dan ekspor karena rasanya yang lezat.

Pada krustasea, penentuan jenis kelamin (seks) dapat dilakukan secara genetik maupun lingkungan. Secara genetik, penentuan seks dapat dilakukan melalui kromosom seks, sedangkan  secara lingkungan, salah satunya suhu perairan menjadi salah satu pendorong kejadian pola rasio seks pada suatu populasi. Penelitian terkait pengaruh suhu lingkungan terhadap rasio seks organisme telah diteliti pada beberapa spesies, seperti pada mamalia, reptil, amfibi, maupun ikan.

Telah banyak diketahui bahwa hormon steroid berperan penting dalam penentuan seks pada banyak spesies. Steroid adalah hormon yang terbentuk dari kolesterol dan berperan sangat penting pada invertebrata terkait perkembangan seksual melalui aksi enzim. Suhu dapat mempengaruhi hormon steroid untuk mengarahkan seks embrio spesies (ikan maupun kepiting).

Pada krustasea, penentuan seks secara genetik lebih labil daripada spesies vertebrata, dimana faktor lingkungan mudah menyebabkan perubahan atau penyimpangan dimorfisme seks. Beberapa studi juga menunjukkan pengaruh suhu lingkungan perairan terhadap perubahan seks pada beberapa spesies krustasea, termasuk kepiting.

Pada studi sebelumnya, kami telah menguji pengaruh suhu terhadap peningkatan produksi massal benih kepiting bakau ungu (purple mud crab, Scylla tranquebarica) melalui kajian hubungan suhu terhadap performa pertumbuhan tahap awal kehidupan kepiting bakau. Pada studi ini, kami ingin mengkaji pengaruh suhu terhadap penentuan seks dan pengaktifan signal hormon steroid selama inkubasi embrio (telur) dan respons kepiting lumpur pada suhu lingkungan terhadap larva dan produksi juvenile.

Hasil akhir studi ini menunjukkan bahwa hormon steroid umumnya bertindak sebagai saklar hidup-mati (on-off) dalam mempengaruhi penentuan seks pada kepiting bakau. Peningkatan suhu dapat meningkatkan hormon steroid seks jantan dan sebaliknya penurunan suhu lingkungan dapat meningkatkan hormon steroid betina kepiting bakau. Oleh karena itu, suhu lingkungan dapat digunakan dalam program maskulinisasi maupun feminisasi larva kepiting bakau.

Penulis             : Dr. Akhmad Taufiq Mukti

Afiliasi             : Departemen Akuakultur, Fakultas Perikanan dan Kelautan, 51

Referensi        :  

Hidir A, et al. Effect of temperature on sex and steroid hormones of purple mud crab, Scylla tranquebarica (Fabricius, 1798) during egg incubation, larvae rearing and juvenile production. Aquaculture Research, 2022;00:111. doi: 10.1111/are.15911.

AKSES CEPAT