51动漫

51动漫 Official Website

Pengaruh Suplementasi Kaya Enzim CYP2E1 dan Dekarboksilase terhadap Leukosit Pekerja Perokok yang Terpapar Benzena

Ilustrasi AIP (Foto: UNAIR NEWS)
Ilustrasi AIP (Foto: UNAIR NEWS)

Benzena merupakan pelarut yang banyak digunakan dalam proses produksi sepatu, khususnya pada lem, perekat, dan cat. Paparan uap benzena dalam jangka panjang diketahui bersifat toksik, terutama terhadap sistem hematopoietik dan imun. Meskipun tingkat paparan benzena telah menurun di negara maju, di beberapa negara Asia termasuk Indonesia, paparan ini masih menjadi permasalahan kesehatan kerja yang serius, terutama pada industri rumahan yang minim pengawasan. Sejumlah penelitian melaporkan bahwa pekerja perbaikan sepatu memiliki risiko paparan benzena melebihi nilai ambang batas, yang berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan.

Lingkungan kerja industri sepatu rumahan, seperti di wilayah Tambak Osowilangun Surabaya, umumnya ditandai dengan penggunaan lem dalam wadah terbuka, tanpa alat pelindung diri, serta ventilasi yang kurang memadai. Kondisi ini meningkatkan risiko inhalasi benzena secara terus-menerus dan berkontribusi terhadap gangguan hematologis, termasuk perubahan jumlah leukosit dan kerusakan genetik akibat stres oksidatif. Paparan benzena kronis juga dapat meningkatkan aktivitas enzim CYP2E1 yang berperan dalam bioaktivasi senyawa toksik dan pembentukan radikal bebas, sehingga memperburuk dampak toksisitas sistemik.

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh suplementasi enzim yang diperkaya CYP2E1 dan dekarboksilase terhadap profil leukosit pada pekerja industri sepatu rumahan perokok yang terpapar benzena di Surabaya, sebagai pendekatan intervensi fungsional untuk mengurangi dampak toksik paparan hidrokarbon aromatik.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian suplementasi enzim yang diperkaya CYP2E1 dan dekarboksilase pada pekerja industri sepatu rumahan di Tambak Osowilangun, Surabaya, berkontribusi terhadap perbaikan nilai leukosit. Sebanyak 11 pekerja (41%) mengalami peningkatan nilai leukosit setelah intervensi, dengan mayoritas berasal dari kelompok non-perokok. Temuan ini mengindikasikan bahwa suplementasi enzim berpotensi memberikan efek positif terhadap profil leukosit, terutama pada individu non-perokok yang terpapar benzena dalam jangka panjang. Secara keseluruhan, hasil ini menunjukkan bahwa pendekatan suplementasi enzim dapat menjadi strategi inovatif dalam upaya perlindungan kesehatan pekerja yang terpapar benzena, khususnya pada industri rumahan yang minim pengawasan kesehatan kerja.

AKSES CEPAT