n

51动漫

51动漫 Official Website

Pengembangan Kajian Virologi Merupakan Kebutuhan Nasional

UNAIR NEWS
Ilustrasi UNAIR NEWS

UNAIR NEWS – Berbicara mengenai penyakit zoonosis (menular dari hewan ke manusia, atau sebaliknya), yang disebabkan oleh virus, tak dapat dilepaskan dari bidang Ilmu Virologi. Salah satu pakar di bidang Ilmu Virologi adalah Prof. Dr. drh Suwarno, M.Si, Wakil Dekan III Fakultas Kedokteran Hewan UNAIR.

Suwarno merupakan produk asli didikan Airlangga. Pasalnya, jenjang Sarjana, Magister, dan Doktoral, dia tempuh di UNAIR. Setelah lulus S3 pada 2005, Suwarno dikukuhkan menjadi Guru Besar di bidang Ilmu Virologi dan Imunologi Fakultas Kedokteran Hewan pada 2014.

Puluhan penelitian telah dilakukan oleh Suwarno. Bahkan, karena getol dalam penelitiannya terkait bidang Ilmu Virologi, Suwarno mendapatkan julukan 淒okter Rabies. Pasalnya, penyakit zoonosis seperti Rabies dan Avian Influenza sudah menjadi objek utama dalam berbagai penelitiannya.

Walaupun konsentrasi utama umumnya berupa kajian virus pada hewan, namun tidak menutup kemungkinan, virus yang ada pada manusia layaknya Demam Berdarah dan Japanese Enchepalities juga menjadi bagian dari penelitian.

淗ampir semua penyakit itu penyebabnya adalah virus. Makanya, ilmu yang kami geluti sangat bermanfaat bagi masyarakat dan juga pemerintah, termasuk di bidang penanggulangan Avian Influenza, kata dia.

Yang jelas, semua yang dilakukannya adalah bentuk sumbangsih pada negara. Diharapkan, kerugian akibat wabah atau bala penyakit di Indonesia dapat terus berkurang berkat semakin banyaknya penelitian yang solutif.

Penelitian Suwarno telah menghasilkan beberapa produk dalam bentuk kit diagnostik. Salah satu produknya diberi nama 淥NRAW-IB-Varian. ONRAW diambil dari nama panggilannya yang dibaca terbalik. ONRAW merupakan kit diagnostik untuk infeksi Bronchitis Varian yang mulai diproduksi pada 2014.

Sedangkan untuk penangkal Rabies, Suwarno menciptakan Kit Diagnostik ELIVE Tua Rabies pada 2013 dan Seed Vaksin Rabies, SWN-JOL-007 yang diproduksi oleh PT Sanbe Farma pada 2012. Sit vaksin rabies tersebut dibuat untuk penanganan khusus hewan yang berisiko menimbulkan Rabies. Misalnya, Anjing, Kucing, dan Kera.

Suwarno juga aktif dalam publikasi internasional. Beberapa judul di antaranya, 淗omology and Phylogenetic Analysis of Nucleotide Sequence of Omp2a Gene of Brucella abortus Local Isolates. Journal of Veternary Advances yang dirilis pada 2014, dan 淧roduction and Characterization Egg Yolk Derived Anti-Hemaglutinin Antibody (IgY) as immunoterapy Agent on the Chicken Infected by Avian influenza A/H5N1 Virus. Journal of Veterinary Advances yang dipublikasikan pada 2013.

Berkat penelitian dan pengabdiannya pada masyarakat, Guru Besar FKH sejak tahun 2014 tersebut memeroleh beragam penghargaan. Di antaranya, peringkat III tingkat nasional dengan produk kit miliknya bernama ELISA Avian Influenza, diberikan oleh Ditjen Dikti pada 2013. Selain itu, Suwarno juga merupakan dosen berprestasi baik di tingkat FKH UNAIR, dan dianggap sebagai dosen yang sukses melaksanakan pengabdian masyarakat yang aplikatif. (*)

Penulis: Dilan Salsabila
Editor: Rio F. Rachman

AKSES CEPAT