Preeklampsia adalah salah satu komplikasi kehamilan yang serius dan dapat membahayakan nyawa ibu maupun bayi. Kondisi ini ditandai dengan tekanan darah tinggi dan adanya protein dalam urine setelah usia kehamilan 20 minggu. Untuk mencegah atau mengurangi risiko preeklampsia, perawatan kehamilan atau antenatal care (ANC) secara rutin sangat penting. Namun, keberhasilan ANC tidak hanya bergantung pada ibu hamil, tetapi juga pada dukungan dari keluarga, terutama suami dan anggota keluarga terdekat.
Dalam konteks ini, pengembangan model dukungan keluarga menjadi hal yang penting. Model ini bertujuan untuk meningkatkan keterlibatan keluarga dalam proses kehamilan, terutama dalam mendampingi ibu selama pemeriksaan rutin, memberikan asupan gizi yang baik, serta menciptakan lingkungan yang nyaman dan bebas stres. Dukungan emosional, fisik, dan informasi dari keluarga terbukti dapat meningkatkan kepatuhan ibu hamil terhadap kunjungan ANC dan memperkuat kesadaran akan tanda-tanda bahaya kehamilan.
Model dukungan keluarga ini dikembangkan berdasarkan pendekatan partisipatif yang melibatkan tenaga kesehatan, ibu hamil, dan keluarganya. Melalui edukasi, pelatihan, dan penyuluhan, keluarga dibekali dengan pengetahuan dan keterampilan dasar tentang kehamilan sehat dan pencegahan preeklampsia.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ibu hamil yang mendapatkan dukungan aktif dari keluarga lebih rajin melakukan pemeriksaan ANC, memiliki gaya hidup lebih sehat, dan menunjukkan risiko preeklampsia yang lebih rendah. Oleh karena itu, penting bagi program kesehatan ibu di masyarakat untuk tidak hanya fokus pada ibu hamil, tetapi juga melibatkan keluarga sebagai bagian dari sistem pendukung utama. Dengan pendekatan ini, diharapkan angka preeklampsia dapat ditekan dan kesehatan ibu serta bayi dapat terjaga secara optimal.
Penulis: Dr. Esti Yunitasari, S.Kp., M.Kes





