Tulang sebenarnya punya kemampuan alami untuk memperbaiki dirinya sendiri攎isalnya ketika mengalami retakan kecil atau patah ringan. Tetapi ketika kerusakan tulang terlalu besar, seperti akibat kecelakaan berat atau penyakit tertentu, tubuh sudah tidak mampu lagi menyembuhkannya tanpa bantuan.
Selama ini, dokter menggunakan tulang dari bagian tubuh pasien sendiri atau dari donor untuk memperbaiki kerusakan tersebut. Namun, persediaannya terbatas dan risikonya tidak sedikit, seperti infeksi atau penolakan tubuh.
Perkembangan teknologi biomaterial membawa angin segar bagi dunia bedah tulang. Kini, para ilmuwan dapat membuat scaffold, yaitu rangka 3D mini yang menjadi 渞umah sementara bagi sel untuk membentuk jaringan tulang baru. Scaffold yang baik harus kuat, memiliki pori-pori yang saling terhubung, dan cukup besar untuk memungkinkan sel bergerak, tumbuh, dan berkembang menjadi tulang yang sehat.
Salah satu bahan yang sedang banyak diteliti adalah polimer hidrofobik, yaitu polimer yang 渢idak suka air. Meski terdengar aneh, sifat ini justru berguna untuk mengontrol pelepasan obat atau faktor pertumbuhan yang diperlukan tubuh untuk membentuk tulang baru. Beberapa polimer yang digunakan antara lain PEEK, PLLA, PLGA, dan PETG.
Masalahnya, karena tidak suka air, polimer ini juga kurang disukai oleh sel. Sel jadi sulit menempel dan berkembang. Untuk mengatasi ini, peneliti memodifikasi permukaan polimer tersebut atau mencampurnya dengan bahan lain, seperti hidroksiapatit (komponen alami tulang), gelatin, titanium, atau alginat. Hasilnya, polimer menjadi lebih 渞amah sel, kuat, dan efektif membantu regenerasi tulang.
Ulasan ini membahas bagaimana polimer hidrofobik dimodifikasi agar lebih efektif dalam rekayasa jaringan tulang攎ulai dari sifat biologis, kekuatan mekanis, hingga kinerjanya dalam uji laboratorium dan hewan. Harapannya, bahan-bahan ini bisa menjadi solusi baru untuk membantu pasien dengan kerusakan tulang besar yang sulit diatasi dengan metode tradisional.
Penulis: Prof. Dr. Dian Agustin Wahjuningrum, drg., Sp.KG. Subsp, KE(K)
Informasi lebih detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di:
Murfiqah Taufiqiah Mohd Amin, Adlisa Abdul Samad, Norhana Jusoh, Siti Aisyah Mualif, Dian Agustin Wahjuningrum. [2025] Application of Hydrophobic Polymers In Bone Tissue Engineering Scaffolds: A Review.





