Doxorubicin (DOX) merupakan salah satu obat golongan antrasiklin yang digunakan secara luas pada terapi kanker, dimana DOX bekerja melalui interkalasi DNA dan penghambatan enzim topoisomerase II yang menghambat proses sintesis sel dan menyebabkan apoptosis. Pemberian DOX memicu stres oksidatif dikarenakan adanya akumulasi spesies oksigen reaktif (ROS) dan menipisnya antioksidan seluler. Hal ini menyebabkan toksisitas pada sel sehat, antara lain sel kardiomiosit.
Kombinasi obat kanker dengan antioksidan dapat menjadi salah satu cara untuk mengurangi dampak berbahaya ini pada sel-sel sehat. Senyawa alami tertentu, seperti asam ferulat (FA), mengandung gugus polifenol dan memiliki sifat antikanker dan antioksidan, sehingga memiliki potensi yang baik dalam pengobatan kanker. Kapasitas FA untuk mengurangi spesies oksigen reaktif (ROS), dapat menghambat peroksidasi lipid dan apoptosis seluler pada sel normal. Melalui fungsi antikankernya, FA memainkan peran penting dalam sinyal apoptosis. Selain itu, FA secara efektif mengurangi peradangan dan angiogenesis. Kombinasi DOX dan FA dilaporkan menghasilkan efek sinergis dalam mengurangi radikal bebas, spesies oksigen reaktif (ROS) dan peroksidasi lipid, yang pada akhirnya berpengaruh pada penghambatan stres oksidatif pada sel kardiomiosit. Kombinasi ini memberikan efek yang serupa, bahkan lebih efektif, dibandingkan DOX bebas pada sel kanker MCF-7 dan MDA-MB 231. Kombinasi DOX dengan FA sebagai agen antikanker memiliki efek antiproliferatif yang sinergis pada sel kanker payudara, dibuktikan dengan nilai indeks kombinasi (CI) kurang dari 0,9. Namun, ditinjau dari karakteristik fisikokimia dan profil farmakokinetik DOX dan FA, sangat diperlukan strategi untuk memperpanjang sirkulasi obat dalam aliran darah, sekaligus mencegah opsonisasi oleh sistem retikuloendotelial.
Liposom merupakan sistem penghantaran berbentuk vesikel dengan kompartemen air yang dikelilingi oleh lapisan bilayer fosfolipid, suatu struktur yang memungkinkan penggunaannya untuk penghantaran obat lipofilik dan hidrofilik. Penambahan polietilen glikol dalam stealth liposom dapat mencegah opsonisasinya sehingga menghasilkan waktu sirkulasi yang lebih lama dalam aliran darah. Enkapsulasi kedua obat, DOX dan FA, ke dalam liposom diharapkan dapat meningkatkan aktivitas antikanker dan mengurangi efek samping.
Para peneliti dari Fakultas Farmasi 51动漫 telah memgembangkan liposom yang mengandung kombinasi DOX dan FA. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa enkapsulasi FA berdampak pada karakteristik liposom DOX-FA, yaitu meningkatkan ukuran partikel, meningkatkan potensi zeta, dan mengurangi persentase efisiensi penjebakan DOX. Lebih lanjut, hasil analisis spektrum inframerah (FTIR) liposom DOX-FA menunjukkan adanya interaksi antara gugus karboksilat FA dengan bagian polar gugus kolin dari fosfolipid liposom. Selain itu, terdapat perubahan struktur kristalin membran liposom berdasarkan termogram DSC setelah penambahan FA. Liposom DOX-FA menunjukkan pelepasan obat yang relatif cepat dibandingkan dengan iposom DOX. Studi in vitro pada sel kanker LLC dan HeLa menunjukkan nilai IC50 Lipo DOX-FA adalah 0,70 碌g/mL dan 1,56 碌g/mL, sedangkan nilai CC50 pada sel HEK normal adalah 6,50 碌g/mL. Hasil ini menunjukkan bahwa enkapsulasi FA ke dalam Lipo DOX-FA memberikan efektivitas dan keamanan terapi kanker yang baik dan memiliki potensi untuk dikembangkan pada penanganan kanker.
Penulis: Andang Miatmoko, Ph.D., Apt.
Sumber:
Miatmoko, A., Christy, P.K., Isnaini, A. et al. Characterization and in vitro anticancer study of PEGylated liposome dually loaded with ferulic acid and doxorubicin. Sci Rep 15, 1236 (2025).





