Pada perkembangan saat ini, pekerjaan farmasi di Rumah Sakit tidak hanya berfokus pada manajerial pengelolaan obat, namun juga pekerjaan farmasi klinik. Farmasi klinik merupakan kegiatan yang bertujuan memastikan pengobatan yang diterima pasien aman, sesuai dengan kebutuhan, bermutu, dan tepat biaya. Dengan adanya aktivitas ini, banyak manfaat yang ditimbulkan, antara lain pengurangan angka terjadi kesalahan pemberian obat, peningkatan kepatuhan pasien terhadap pengobatan, peningkatan pengetahuan pasien akan obat yang diterima, dan tentu meningkatkan garansi keamanan obat yang diterima pasien.
Dalam akreditasi rumah sakit, pekerjaan farmasi klinik ini juga merupakan tuntutan yang perlu dilakukan oleh sebuah profesi farmasi. Namun hingga saat ini, kecukupan jumlah tenaga farmasi sangat terbatas. Sehingga banyak ditemukan keluhan dari tenaga kefarmasian. Rasio pasien dan apoteker di regulasi menunjukkan angka yang cukup besar yaitu 1:30. Dengan angka ini tenaga kefarmasian merasakan beban yang berlebihan,harapan akan pekerjaan yang terselesaikan tidak sesuai dengan kenyataan. Dari kenyataan yang ada maka peneliti dari 51动漫 dan Universitas Muhammadiyah Banjarmasin melakukan studi yang bertujuan mengetahui rasio proporsional pelayanan farmasi klinik.
Selain itu menciptakan sebuah alat peraga yang bermanfaat untuk pekerjaan tersebut. Alat peraga yang diciptakan oleh tim tersebut bertujuan untuk meningkatkan pemahaman pasien rawat inap terhadap pengobatan yang diterima. Dari apa yang telah dilakukan oleh tim, didapatkan beberapa fakta terbaru terkait pelayanan farmasi klinik. Bahwa rasio pasien : apoteker saat ini adalah 50% lebih kecil dibandingkan regulasi yang ada. Hal ini berkaitan dengan tuntutan pekerjaan farmasi yang semakin luas sesuai dengan program akreditasi Rumah Sakit yang mengutamakan keselamatan pasien. Selain itu fakta terkait alat peraga yang digunakan tidak menambahkan lamanya pekerjaan farmasi klinik pada pasien rawat inap. Dengan alat tersebut, komunikasi berupa pemberian informasi akan jauh lebih intens dilakukan antar dan pasien.





