Sampai saat ini, malaria masih menjadi beban kesehatan global yang signifikan, terutama di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah. Terapi kombinasi berbasis artemisinin (ACT) saat ini merupakan standar emas untuk mengobati infeksi Plasmodium falciparum, yang menggabungkan turunan artemisinin yang bekerja cepat dengan obat pendamping yang bekerja lebih lama. Namun, pengobatan oral ini memerlukan beberapa dosis selama beberapa hari, yang dapat mengurangi kepatuhan pasien, mengganggu pembersihan parasit, dan berkontribusi pada munculnya resistensi obat. Untuk mengatasi keterbatasan ini, tim peneliti gabungan dari Queen檚 University Belfast dan 51动漫 mengembangkan, untuk pertama kalinya, patch mikroarray (microneedle) yang larut (MAP) untuk penghantaran amodiaquine dan artesunate secara transdermal.
Namun, di sisi lain, terdapat perbedaan sifat bahan aktif berdasarkan Sistem Klasifikasi Biofarmasi (BCS) dari obat-obatan ini, dimana amodiaquine termasuk obat BCS Kelas III dan artesunate termasuk ke daam golongan obat BCS Kelas II. Untuk meningkatkan kelarutan dan permeabilitas kulit, Tween庐 80 ditambahkan ke dalam formulasi produk. Studi pelepasan in vitro yang dilakukan menunjukkan penghantaran obat yang efisien, dimana hingga 40% amodiaquine dan 90% artesunate yang ada pada microneedle dapat berpentrasi ke dalam kulit. Analisis farmakokinetik menunjukkan bahwa pemberian MAP berhasil memperpanjang waktu paruh artesunat hingga 8,5 kali lipat (54,05 vs. 6,37 jam) dan meningkatkan Cmax-nya sebesar 21% (1796,02 卤 154,50 vs. 1421,93 卤 209,61 ng/mL), sementara waktu paruh amodiaquin diperpanjang sekitar 1,4 kali lipat (57,72 卤 19,16 vs. 40,75 卤 7,44 jam). Pada model tikus yang terinfeksi Plasmodium berghei, pengobatan MAP gabungan mengurangi parasitemia sebesar 99,5% dalam tujuh hari, menunjukkan efikasi pengobatan yang sebanding dengan pemberian oral. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa MAP yang larut menawarkan strategi minimal invasif dan tanpa jarum untuk pemberian ACT, dengan potensi untuk meningkatkan kepatuhan pengobatan, mengurangi efek samping gastrointestinal, dan menanggulangi resistensi obat, khususnya di daerah endemik malaria dengan keterbatasan sumber daya, seperti di Indonesia.
Penulis: Andang Miatmoko dengan saduran dari
Qonita Kurnia Anjani, Fabiana Volpe-Zanuto, Andang Miatmoko, Natalia Moreno-Castellanos, Janaina Tenorio Novais, Xiomara A. Gait谩n, Berlian Sarasitha Hariawan, Devy Maulidya Cahyani, Rifda Tarimi Octavia, Ahmad Shahrul Mubarok, Wiwit Ananda Wahyu Setyaningsih, Callum Johnston, Daniel Y. Bargieri, Ryan F. Donnelly, Polymeric microarray patches for transdermal delivery of amodiaquine and artesunate: A novel strategy against Plasmodium falciparum, Materials Today Bio, Volume 35, 2025, 102500, .





