51动漫

51动漫 Official Website

Pengobatan Injeksi Toksin Botulinum Intra-Pilorik (IPBI) Bantu Atasi Gastroparesis pada Anak Usia 2 Tahun

sumber: Klik Dokter
sumber: Klik Dokter

Gastroparesis merupakan gangguan pada lambung yang tidak normal dimana makanan tidak dapat keluar dari lambung ke usus. Gastroparesis pada anak merupakan kondisi langkan dan sulit dikenali. Gejala gastroparesis sulit dikenali dikarenakan mirip dengan gangguan pencernaan lainnya seperti mual, muntah berulang, cepat merasa kenyang, nyeri perut dan berat badan sulit naik. Kesulitan diagnosis penyakit gastroparesis pada anak dikarenakan belum ada kriteria diagnostik yang tersandarisasi. Terbatasnya pilihan terapi dan perlu intervensi yang didasarkan dengan riwayat spesifik masing-masing anak menyebabkan penanganan gastroparesis pada anak sangat rumit. Pendekatan pengobatan untuk gastroparesis umumnya bersifat simptomatik dan bertujuan untuk memperbaiki kualitas hidup pasien. Tujuan utamanya adalah mengurangi frekuensi dan intensitas gejala seperti muntah dan mual, mencegah atau memperbaiki malnutrisi, serta memulihkan kemampuan anak untuk menerima makanan dan cairan secara oral dengan cukup dan berkelanjutan.

Dalam penelitian ini, kasus yang menjadi fokus utama adalah seorang anak perempuan berusia 15 bulan yang dirujuk ke sebuah rumah sakit rujukan tersier akibat keluhan muntah kronis yang telah dialaminya sejak usia 3 bulan. Keluhan muntah tersebut bersifat persisten dan tidak menunjukkan tanda-tanda perbaikan, bahkan semakin memburuk ketika anak mulai dikenalkan dengan makanan padat pada usia 6 bulan. Frekuensi muntahnya cukup tinggi, dilaporkan terjadi lebih dari sepuluh kali dalam sehari, dan tidak selalu berkaitan langsung dengan konsumsi makanan atau minuman, yang menunjukkan bahwa gejala tersebut bersifat tidak spesifik dan sulit ditangani. Hasil pemeriksaan fisik menunjukkan bahwa anak berada dalam kondisi umum yang baik, tanpa temuan abnormal, serta memiliki status gizi yang masih dalam batas normal. Berbagai bentuk terapi medis telah dicoba sebagai langkah awal penanganan, termasuk pemberian obat-obatan farmakologis dan terapi nutrisi. Namun seluruh intervensi tersebut tidak memberikan respons klinis yang memuaskan, anak masih mengalami gejala muntah tetap berlangsung dan tidak menunjukkan perbaikan berarti.

Penelitian dilakukan dengan melalui beberapa pemeriksaan untuk diagnosis kondisi yang sulit dideteksi. Pemeriksaan awal seperti endoskopi dan pemindaian saluran pencernaan tidak menunjukkan adanya sumbatan atau kelainan bentuk. Anak dicurgai terdiagnosis gastroparesis idiopatik, yaitu gangguan lambung yang tidak dapat mengosongkan isinya ke usus dengan baik, padahal tidak ada penyumbatan fisik apa pun. Selanjutnya dilakukan pemeriksaan skintigrafi pengosongan lambung. Hasilnya menunjukkan bahwa makanan cair yang masuk ke tubuh anak tersebut masih tertahan hingga tiga jam lebih di dalam lambung. Ini menunjukkan adanya pengosongan lambung yang sangat lambat. Metode pada penelitian yang dilakukan menggunakan suntikan atau injeksi toksin botulinum (botox) langsung ke otot lambung bagian bawah bernama pilorus. Prosedur ini dilakukan dengan bantuan endoskopi. Suntikan atau injeksi diberikan di empat titik sekitar pilorus. Dosis injeksi disesuaikan dengan berat badan anak dan dilakukan dengan hati-hati oleh tim medis ahli.

Hasil dari prosedur yang diberikan cukup signifikan seperti gejala muntah yang mulai berkurang, anak tidak mengalami kesulitan makan, beran badan naik perlahan serta anak terlihat aktif kembali. Pemeriksaan skintigrafi ulang dilakukan 2 bulan setelah suntikan atau injeksi toksin botulinum (botox). Hasil pemeriksaan skintigrafi menunjukkan hanya sekitar 70% yang tertahan di lambung setelah 1 jam, sedangkan sebelumnya lebih dari 90%. Bahkan setelah 3 jam, sisa makanan yang tertahan berkurang drastis menjadi hanya 20%. Prosedur yang dilakukan berhasil mempercepat waktu yang dibutuhkan lambung untuk mengosongkan makanan dari sebelumnya 434 menit menjadi hanya 107 menit.

Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa injeksi toksin botulinum intra-pilorik (IPBI) dapat menjadi alternatif terapi yang efektif dan aman dalam penanganan gastroparesis idiopatik pada anak. Perbaikan signifikan pada gejala klinis serta peningkatan pengosongan lambung pasca-IPBI menandakan potensi besar dari pendekatan ini dalam meningkatkan kualitas hidup pasien anak. Penggunaan skintigrafi pengosongan lambung dengan 99mTc DTPA terbukti bermanfaat sebagai alat diagnostik dan evaluatif yang sensitif dalam memantau respons terapi. Meskipun hasil kasus ini menjanjikan, masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut dengan jumlah sampel yang lebih besar dan rancangan studi prospektif untuk memastikan keamanan, efektivitas jangka panjang, serta protokol dosis yang optimal. Harapan peneliti, penelitian ini dapat menjadi landasan awal dalam penyusunan panduan klinis yang berbasis bukti untuk tata laksana gastroparesis pada populasi anak, serta mendorong pengembangan terapi yang lebih individual dan tepat sasaran di masa mendatang.

Penulis: Dr. Alpha Fardah Athiyyah, SpA(K)

https://aojnmb.mums.ac.ir/article_25824_862fecc9d1cb7298e26590a03937ff31.pdf

Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di:

Sumitro KhR, Darma A, Sucianti TP, Massora S, Athiyyah AF, Ranuh RG, Sudarmo SM. Intra-pyloric Botulinum Toxin Injection Improves Liquid Gastric Emptying Using 99mTc DTPA Scintigraphy: A Case Report In A 2 Years- Old Girl With Idiopathic Gastroparesis. Asia Ocean J Nucl Med Biol. 2025; 13(2): 190-194. doi: 10.22038/aojnmb.2025.84182.1599

AKSES CEPAT