51

51 Official Website

Pengungkapan Manajemen Laba dan Pelaporan Keberlanjutan

Pada awal tahun 2023, sebuah surat kabar elektronik terkemuka menarik perhatian dengan tajuk utama Skandal Wirecard: Enron Jerman dan bayang-bayang tata kelola perusahaan. Kasus profil tinggi ini berfungsi sebagai contoh mencolok dari praktik manajemen laba yang luas, tidak terbatas pada negara berkembang tetapi lazim bahkan di negara maju. Sebagai tanggapan, kampanye diluncurkan untuk mengidentifikasi dan mengungkap perusahaan yang dicurigai terlibat dalam manipulasi pendapatan (Nguyen 2022; Gavana et al. 2022; Martínez-Ferrero et al. 2016). Kampanye tersebut bertujuan untuk mencegah perilaku seperti itu, mendesak perusahaan untuk memprioritaskan praktik etis yang menjunjung tinggi integritas dan transparansi (Arun et al. 2015; Kuo et al. 2021; Beneish 2001). Namun, efektivitas kampanye ini dalam mempromosikan komitmen perusahaan terhadap reputasi dan legitimasi bagi pemangku kepentingan masih belum pasti (Gavana et al. 2017; Scholtens dan Kang 2013; Shafer 2015; Chih et al. 2008; Kuo et al. 2021). Makalah ini menyelidiki peran media dalam mengadvokasi integritas dan transparansi dalam perusahaan. Ini menguji bukti kontras yang menunjukkan peningkatan prevalensi penipuan manajemen untuk menyembunyikan praktik manipulatif (Almahrog et al. 2018; Gaio et al. 2022; Cohen dan Zarowin 2010; Ehsan et al. 2022; Kim et al. 2019).

Data dan Hasil

Sri Ningsih, Khusnul Prasetyo, Novi Puspitasari, Suham Cahyono, dan Khairul Anuar Kamarudin melakukan penelitian ini menggunakan 408 firm-year observasi dari emiten di Indonesia selama periode 20102021 untuk menguji hipotesis menggunakan analisis regresi efek tetap dengan estimasi kesalahan standar. Dengan memeriksa laporan keberlanjutan dan laporan keuangan mereka selama periode tertentu, penulis menilai sejauh mana manajemen laba mempengaruhi praktik pelaporan keberlanjutan. Ini menyiratkan bahwa perusahaan yang terlibat dalam praktik manajemen laba lebih cenderung menunjukkan praktik pelaporan keberlanjutan berkualitas tinggi. Hasilnya memberikan wawasan empiris yang berharga dan signifikan ke dalam interaksi antara manajemen laba dan pelaporan keberlanjutan khususnya dalam konteks Indonesia. Selanjutnya, penelitian ini melampaui pemeriksaan hubungan itu sendiri dan menggali faktor-faktor potensial yang dapat mempengaruhi hubungan ini.

Studi ini membuat beberapa kontribusi signifikan terhadap literatur yang ada, menawarkan implikasi penelitian yang berharga. Pertama, tidak seperti banyak penelitian sebelumnya yang meneliti hubungan antara manajemen laba dan pelaporan keberlanjutan, penelitian saat ini mensintesis berbagai literatur sebelumnya untuk memberikan penjelasan yang komprehensif untuk alasan yang mendasari praktik manajemen laba dalam kaitannya dengan pelaporan keberlanjutan. Dengan demikian, penelitian ini menjembatani kesenjangan dalam literatur dengan menghadirkan bukti empiris yang menyoroti hubungan yang diperdebatkan antara manajemen laba dan pelaporan keberlanjutan, khususnya dalam pengaturan perusahaan.

Penulis: Sri Ningsih, Dr., SE., M.Si., Ak., CA.

Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di:Earnings Management and Sustainability Reporting Disclosure: Some Insights from Indonesia

AKSES CEPAT