Stunting merupakan salah salah satu isu malnutrisi di negara berkembang akibat kekurangan energi protein. Stunting menyebabkan dampak pada masa muda dan tua bagi penderitanya (double burden). Pada masa muda dapat menurunkan produktivitas dan dimasa tua menimbulkan resiko ada penyakit yang tidak menular (non-communicable diseases). Hal ini salah satunya dapat disebabkan oleh sumbangan protein sebagai sumber nutrisi masih sangat rendah dikonsumsi oleh masyarkat Indonesia. Oleh sebab itu, diperlukan program penganekaragaman pangan untuk memenuhi kebutuhan protein hewani khususnya yang bersumber dari ikan.
Penganekaragaman pangan ikani dalam rangka peningkatan konsumsi ikan harus didukung dengan pengadaan bahan baku. Suplai bahan baku yang melimpah dapat didukung dengan penggalakan Budidaya hasil perikanan. Salah satu komoditas perikanan budidaya yang memiliki peluang untuk dikembangkan dalam rangka pemenuhan gizi masyarakat Indonesia adalah ikan lele. Produksi ikan lele dari tahun ke tahun di Indonesia semakin meningkat. Akan tetapi, pada setiap siklus hidupnya terdapat lele upkir yang berukuran besar dan kurang laku dipasaran. Selain itu, lele upkir ini memiliki nilai harga jual yang rendah yang berdampak pada penghasilan para pembudidaya. Oleh sebab itu, perlu dilakukan upaya peningkatan nilai tambah salah satunya untuk bahan surimi yang akan kaya akan nutrisi sumber protein ikan.
Pada penelitian yang sudah dilakukan maka digunakan bahan baku ikan lele yang berukuran besar dari hasil proses budidaya dengan mencapai 8% untuk setiap siklus poduksinya. Ikan lele yang berukuran besar sangat potensial dijadikan sebagan bahan baku untuk pembuatan surimi. Surimi merupakan produk intermediate berupa daging ikan yang kaya protein dan telah mengalami pencucian dengan air dingin, dengan menghasilkan produk yang berwarna putih (colorless) dan tidak berbau (odorless). Surimi ini selanjutnya digunakan sebagai bahan baku untuk pembuatan cendol sebagai sumber protein. Protein merupakan nutrisi yang sangat penting untuk tubuh sebagai zat pembangun. Asupan protein yang cukup bagi orang dewasa maupun anak-anak menjadi sumber alernatif dalam program pencegahan stunting stunting melalui penganekaragaman sumber pangan.
Penulis: Patmawati
Link Jurnal: https://e-journal.unair.ac.id/MGI/article/view/40549/23503





