Osteoartritis (OA) adalah salah satu bentuk radang sendi paling umum yang menyebabkan nyeri dan menurunkan kualitas hidup. Peradangan pada OA bersifat kronis dan ditandai dengan infiltrasi sel imun dan sekresi sitokin. Pengobatan OA sebelumnya menggunakan injeksi asam hialuronat intraartikular, namun beberapa penelitian tidak menunjukkan hasil yang memuaskan. Terbatasnya jumlah pengobatan yang efektif telah mendorong pengembangan strategi baru untuk mengobati OA dalan bentuk prosedur berbasis sel yang bertujuan untuk memodulasi proses inflamasi dan merangsang regenerasi jaringan tulang rawan. Pada penelitian ini bertujuan untuk menentukan dan membandingkan efek anti-inflamasi dan anti-katabolisme dari sekretom yang berasal dari sel induk versus asam hialuronat sebagai standar emas untuk pengobatan OA.
Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan desain penelitian eksperimental murni pada hewan percobaan dengan menggunakan randomized post-test-only. Sampel diambil dari populasi terjangkau dengan kriteria inklusi meliputi kelinci jantan yang diinduksi osteoarthritis, umur 6-8 bulan, dan berat badan >1500 gram. Sedangkan kriteria eksklusinya yaitu kelinci lokal dalam kondisi sakit yang ditentukan oleh dokter hewan; terdapat luka pada kulit, mata merah, frekuensi pernafasan >60 kali/menit, suhu >40掳C. Untuk kriteria drop-out adalah kelinci yang sakit dan mati.
Dalam penelitian ini, dilakukan analisis deskriptif untuk menentukan frekuensi dan distribusi dari data MMP-13, Aggrecanase-2, dan IL-1尾. Selanjutnya, dilakukan uji normalitas menggunakan uji Shapiro-Wilk untuk memastikan apakah data tersebut berdistribusi secara normal. Selain itu, juga dilakukan uji homogenitas data menggunakan uji Levene’s untuk memeriksa apakah variabel penelitian memiliki varian yang sama. Dalam uji inferensial untuk kadar MMP-13, Aggrecanase-2, dan IL-1尾, dilakukan studi perbandingan numerik yang tidak berpasangan antara 2 kelompok dengan 1 pengukuran. Dalam kondisi ini, data yang digunakan harus berdistribusi normal. Oleh karena itu, dilakukan uji t independen menggunakan program statistik SPSS for Windows versi 22.0.
Berdasarkan analisis deskriptif yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa pemberian asam hialuronat pada penderita osteoarthritis dapat menurunkan kadar IL-1尾 dan Agrecanase-2 (ADAMTS-5). Hal ini terbukti dari hasil penelitian yang menunjukkan bahwa pada kelompok yang mendapat suntikan asam hialuronat, rerata MMP-13 lebih rendah dibandingkan dengan kelompok yang hanya diberikan sekretom (7,55 卤 0,23 vs. 8,36 卤 1,04; p=0,021). Selain itu, terlihat juga perbedaan yang signifikan antara rerata Agrecanase-2 dan IL-1尾 pada kedua kelompok tersebut.
Setelah dilakukan penelitian, hasilnya menunjukkan bahwa kelompok sampel yang disuntik secara intraartikular dengan sekretom turunan sel induk mesenkim menghasilkan kadar Aggrecanase-2 (ADAMTS-5) yang jauh lebih rendah dibandingkan dengan kelompok yang diberi asam hialuronat. Penelitian ini meneliti hubungan antara pemberian sekretom dan asam hialuronat terhadap penurunan kadar ADAMTS-5. Hasilnya menunjukkan bahwa pemberian sekretom turunan sel induk mesenkim dapat menurunkan kadar ADAMTS-5 secara signifikan dibandingkan dengan pemberian asam hialuronat. Selain itu, penelitian ini juga menemukan bahwa pemberian sekretom turunan sel induk mesenkim dapat menurunkan kadar IL-1尾 pada kelinci yang disuntik dibandingkan dengan kelompok yang diberi asam hialuronat secara signifikan. IL-1尾 merupakan jenis protein yang berperan dalam proses inflamasi dan kerusakan pada jaringan sendi. Dengan demikian, pemberian sekretom turunan sel induk mesenkim dapat membantu menurunkan inflamasi dan kerusakan pada jaringan sendi.
Penelitian ini dilakukan menggunakan model kelinci yang mewakili kondisi pada manusia. Dengan demikian, hasil penelitian ini memiliki implikasi yang penting dalam pengembangan terapi untuk mengatasi masalah pada persendian, terutama pada kasus osteoartritis. Selain itu, penelitian ini juga memberikan pemahaman baru tentang peran sekretom turunan sel induk mesenkim dalam menghambat proses inflamasi dan kerusakan pada jaringan sendi. Meskipun masih membutuhkan penelitian lanjutan, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian sekretom turunan sel induk mesenkim dapat menjadi alternatif terapi yang efektif dalam mengatasi masalah pada persendian, terutama osteoartritis. Penggunaan sekretom ini diharapkan dapat membantu dalam meredakan rasa sakit dan memperlambat proses degenerasi pada persendian, sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup penderita osteoartritis.
Penelitian ini memiliki keterbatasan hanya menggunakan satu waktu pemeriksaan, sehingga tidak dapat memberikan justifikasi terhadap perbedaan kadar MMP-13 pada waktu yang berbeda. Hasil penelitian juga belum mempertimbangkan aspek regeneratif pasca pemberian sekretom sel induk mesenkim, seperti ketebalan tulang rawan, jumlah sel kondrosit, dan perilaku hewan percobaan yang mendukung pemberian sekretori dalam pengaturan klinis. Pemberian asam hialuronat terbukti lebih efektif dibandingkan dengan pemberian sekretom turunan sel induk mesenkim untuk mengatasi osteoarthritis lutut pada kelinci. Namun, diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memperkuat hasil ini dan mengungkapkan mekanisme kerja yang lebih jelas dari asam hialuronat.
| Penulis | : | Cokorda Gde Oka Dharmayuda, I Ketut Siki Kawiyana, I Made Bakta, Nyoman Mantik Astawa, Putu Astawa, Ida Bagus Putra Manuaba, I Ketut Suyasa, Anak Agung Ngurah Subawa, Heri Suroto, Luh Putu Lin Indrayani Maker |
| Judul | : | Administration of mesenchymal stem cell derivate secretome causes lower levels of Matrix Metalloproteinase-13, Aggrecanase-2, and Interleukin-1尾 than hyaluronic acid in rabbit knee osteoarthritis |
| Jurnal | : | Bali Medical Journal |
| Link | : | https://www.balimedicaljournal.org/index.php/bmj/article/view/4169/2618 |





