51动漫

51动漫 Official Website

Penyakit Mulut dan Kuku disebabkan oleh Virus Terkecil

Penyakit Mulut dan kuku disebabkan oleh RNA virus kelompok picorna virus yang berrarti virus terkecil, virus ini menyerang pada hewan berkuku genap, oleh karena itu yang paling banyak diserang adalah hewan produksi tinggi antara lain sapi, kambing, domba dan kerbau. Kerbau lebih tahan terhadap PMK dibandingkan sapi. Di Indonesia populasi sapi sekitar 15.000.000 dan karena itu sangat berpengaruh terhadap nilai ekonomi yang dapat merugikan para petani terutama petani sapi perah. Virus ini disebarkan melalui udara, minuman, makanan, kontak secara langsung, dan bahkan dari peternak sendiri dapat menularkan virus PMK dari satu sapi ke sapi lain, karen virus tersebut sangat mudah menempel pada peralatan kendang, dan baju yang dipakai peternak itu sendiri.

Dalam pemberantasan penyakit ini sangat sulit dilakukan karen penyababnya adalah virus yang tidak dapat dimusnahkan dengan antibiotic yang sesuai dengan virus tersebut. Strategi yang baik dalam eliminasi penyakit ini adalah dengan memberikan vaksin, sehingga didalam tubuh sapi tersedia antibody yang dapat melawan virus penyebab PMK. Melalui vaksinasi dapat mengurangi penyebaran virus dari daerah satu ke daerah lainnya, dengan demikian penyakit mulut dan kuku dapat ditekan dengan di Indonesia akan bebas oleh peykait PMK. Untuk melakukan pemberantasan sebaiknya dimulai dari hewan tersebut dengan menggunakan bahan-bahan desinfektan. Virus PMK sangat rentan terhadap hipoklorid, detergen, formalin hali ini dapat dilakukan pada pagi dan sore, sehingga kendang tersebut tidak menjadi sumber penularan virus PMK. Hal lain yang harus dilakukan adalah menjaga lingkungan terhadap pembuangan dari sampah karena bhan tersebut dapat menyebar dan dapat menular pada hewan sekitar, maka untuk mencegah hal tersebut sebaiknya dilakukan desinfektan teradap sampah sebelum di buang atau ditempatkan pada tempat tertentu yang telah diberi bahan desinfektan.

Dalam pemberantasan penyakit mulut dan kuku adalah dengan desinfektan dengan menggunakan bahan kimiawi. Harus dilakukan vaksinasi pada sapi yang belum terinfeksi PMK, sedang sapi yang telah terinfeksi dilakukan dengan penyediaan makanan dan minuman yang cukup dan berkualitas. Sapi yang terdapat luka sekunder diberi antibiotik.

Corresponding author email: fedik-a-r@fkh.unair.ac.id

Daftar Pustaka : Zayyin Dinana, Suwarno, Imam Mustofa, Jola Rahmahani, Kusnoto, Fedik Abdul Rantam. 2023. Detection of Foot and Mouth Disease Virus in Cattle in Lamongan and Surabaya, Indonesia Using RT-PCR Method.

AKSES CEPAT