51动漫

51动漫 Official Website

Penyakit Pernapasan ILT Jadi Ancaman Ekonomi Serius bagi Industri Unggas Global

Ilustrasi virus ILT (Foto: Generated image)

Sebuah tinjauan ilmiah terbaru yang diterbitkan dalam Open Veterinary Journal menyoroti ancaman persisten dari Infectious Laryngotracheitis (ILT), penyakit pernapasan menular yang terus menghantui industri perunggasan global. Studi kolaboratif yang melibatkan peneliti dari 51动漫 (UNAIR), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), serta mitra internasional ini menegaskan perlunya pembaruan strategi vaksinasi dan biosekuriti yang lebih ketat.

Virus “Pintar” yang Bersembunyi Penyakit ini disebabkan oleh Gallid alphaherpesvirus 1 (GaHV-1), atau yang lebih dikenal sebagai virus ILT. Menurut jurnal yang dipublikasikan pada September 2025 ini, ILT menyerang saluran pernapasan atas ayam dengan gejala klinis yang menyiksa, termasuk batuk, kesulitan bernapas parah (dyspnea), hingga keluarnya lendir bercampur darah.

Salah satu temuan krusial yang diulas oleh Maya Nurwartanti Yunita dan tim adalah kemampuan virus ini untuk melakukan infeksi laten. Setelah infeksi akut mereda, virus tidak sepenuhnya hilang melainkan “bersembunyi” di ganglion trigeminal (sistem saraf) ayam.

“Stres akibat pemindahan kandang, awal masa bertelur, atau pencampuran kawanan dapat memicu virus ini aktif kembali,” tulis para peneliti dalam laporannya. Hal ini menjadikan ayam yang terlihat sehat sebagai “pembawa sifat” (carrier) yang dapat menularkan virus ke kawanan lain yang rentan tanpa terdeteksi.

Dampak Ekonomi Masif Dampak ekonomi dari wabah ILT tidak main-main. Penyakit ini menyebabkan angka kesakitan (morbiditas) yang bisa mencapai 100% dan angka kematian bervariasi antara 5% hingga 70% pada kasus yang parah. Selain kematian langsung, kerugian finansial juga dipicu oleh penurunan produksi telur yang drastis, gangguan pertumbuhan, serta biaya tinggi untuk pengobatan infeksi sekunder.

Tantangan Vaksinasi Meskipun vaksinasi merupakan metode utama pencegahan, studi ini mengingatkan adanya risiko dari penggunaan vaksin hidup yang dilemahkan. Beberapa jenis vaksin ini diketahui dapat kembali menjadi ganas (revert to virulence) dan justru memicu wabah baru di lapangan. Oleh karena itu, para peneliti mendesak adanya penyempurnaan protokol imunisasi dan pengembangan kandidat vaksin masa depan yang lebih aman.

Langkah Pencegahan Para ahli merekomendasikan kombinasi diagnosis cepat dan biosekuriti ketat sebagai kunci pengendalian. Langkah ini mencakup pengelolaan limbah peternakan yang tepat dan mencegah kontak antara kawanan yang tidak terlindungi dengan ayam yang pernah terinfeksi.

Penulis: Maya Nurwartanti Yunita, drh., M.Si

Detail penelitian bisa diakses di:

AKSES CEPAT