51动漫

51动漫 Official Website

Peran Orang Tua Terhadap Perilaku Pencegahan Kehamilan Remaja

Foto by Kompas Health

Remaja   rentan   untuk   berperilaku   yang   berisiko   seperti   merokok,   minum   minuman   yang   keras, penyalahgunaan  obat-obatan,  kekerasan,  kecelakaan,  hingga  berhubungan  seksual  yang  tidak  aman.  Perilaku seksual  dapat  menjadi  penyebab  remaja  mengalami  kehamilan  saat  usia  dini.  Pola  pacaran  yang  tidak  sehat  dapat menyebabkan  permasalahan  kesehatan  reproduksi,  seperti  penyakit  menular  seksual  (PMS)  dan  dapat  menjadi HIV-AIDS.  Terdapat  beberapa  hal  yang  menjadi  penyebab  terjadinya  permasalahan  kesehatan  reproduksi  remaja (KRR)  seperti  remaja  yang  kurang  terpaparinformasi  mengenai  kesehatan  reproduksi,  peralihan  perilaku  seksual remaja,  serta  perundang-undangan  yang  kurang  mendukung.  Berdasarkan  SDKI  KRR,  terdapat  remaja  Indonesia yang telah memulai berpacaran saat berusia 15 tahun. Pacaran dapat menjadi permulaan remaja untuk berperilaku seksual.  Perilaku  seksual  ini  dapat  bermacam-macam  bentuknya,  seperti  mulai  tertarik  perasaannya  kepada  lawan jenis  hingga melakukan KNPI (kissing, necking, petting, dan intercourse).  Tidak hanya itu, berpacaran  juga dapat memicuterjadinya hubungan seks di luar nikah yang dapat menjadi penyebab kehamilan di usia remaja.

Kehamilan  di  usia  remaja  dapat  berisiko  pada  ibu dan  bayi.  Pada  wanita  yang  berusia  di  bawah  20  tahun memiliki  kondisi  rahim  dan  panggul  yang  belum  berkembang  secara  optimal.  Kondisi  tersebut  dapat  berdampak pada  persalinan,  nifas,  serta  bayi  yang  dilahirkan.  Kehamilan  di  usia  remaja  dapat  menyebabkan  terjadinya keguguran,  pendarahan,  anemia  yang  dapat  berdampak  pada  proses  persalinan  ibu.  Sedangkan  pada  bayi,  dapat berisiko  terjadinya  kelahiran  prematur,  berat  badan  lahir  rendah  (BBLR),  cacat  lahir,  serta  meningkatkan  angka kematian  bayi.  Terdapat  beberapa  faktor  yang  menyebabkan  remaja  mengalami  kehamilan,  seperti  kurangnya pengetahuan mengenai kesehatan reproduksi remaja serta kurang memahami kewajiban sebagai pelajar. Selain itu, faktor pergaulan juga memengaruhi remaja dalam melakukan hal yang ingin diketahui. Remaja yang bergaul tanpa kendali  orang  tua  dapat  menyebabkan  remaja  merasa  bebas  dalam  melakukan  apa  saja  yang  diinginkan.  Hal tersebutjuga didukung dengan adanya teknologi komunikasi yang terus berkembang dan semakin canggih. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan  pengetahuan,  sikap,  dan peran orang tua terhadap perilaku pencegahan kehamilan remajadi SMA PGRI 1 Sidoarjo. Metode penelitian  ini adalah penelitian  kuantitatif  dengan  desain  penelitian cross  sectional.  Besar  sampel  dalam  penelitian  ini  menggunakan metode random sampling. Sampel berjumlah 65 siswa yang terdiri dari siswa kelas X dan XI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  responden  memiliki  pengetahuan  baik,  sikap  yang mendukung terhadap perilaku pencegahan kehamilan di usia remaja, serta terdapat peran orang tua dalam berperilaku pencegahan kehamilan di usia remaja.

Penulis: Muthmainnah, S.KM., M.Kes.

Link Artikel :

AKSES CEPAT