51动漫

51动漫 Official Website

Peran Sekretom Human Adipose Stem Cell-Conditioned Medium (hASC-CM) dalam Menangani Kulit yang Mengalami Photoaging

Foto: ISDIN

Indonesia termasuk dalam negara dengan iklim tropis dengan paparan sinar ultraviolet (UV) yang tinggi sepanjang tahun. Paparan sinar UV yang berlebihan dapat menyebabkan penuaan dini atau photoaging. Kondisi ini ditandai dengan munculnya keriput halus, kulit kering, kendur, dan bintik-bintik hitam yang dapat memicu terjadinya keganasan pada kulit. Paparan sinar UV dapat menyebabkan kerusakan kulit baik secara langsung maupun tidak langsung akibat terbentuknya stress oksidatif yang akan merusak kolagen, elastin, dan pertahanan kulit.

Stem cell atau sel punca adalah sel khusus yang bisa berubah menjadi berbagai jenis sel lain di dalam tubuh, seperti sel kulit, otot, atau saraf. Sel punca memiliki kemampuan untuk memperbaiki jaringan yang rusak, sel punca sering digunakan dalam terapi regenerative termasuk untuk menyembuhkan luka atau memperbaiki penuaan kulit.

Penelitian terbaru menemukan bahwa manfaat utama sel punca bukan hanya dari selnya sendiri, tetapi juga berasal dari zat-zat yang dikeluarkan oleh sel tersebut. Zat-zat inilah yang disebut secretome atau conditioned medium. Secretome adalah molekul bioaktif seperti faktor pertumbuhan, sitokin, protein, lipid, dan vesikel ekstraseluler (seperti eksosom) yang dilepaskan oleh sel, terutama sel yang berperan besar dalam proses peremajaan kulit dan penyembuhan jaringan.

Penelitian ini meneliti kegunaan turunan sel punca yang disebut dengan Human Adipose Stem Cell-Conditioned Medium (hASC-CM) yaitu cairan kaya faktor pertumbuhan (growth factors) yang dihasilkan oleh sel punca dari jaringan lemak manusia, yang disebut dengan sekretom. Sekretom mengandung berbagai zat aktif seperti sitokin, kemokin, dan protein regeneratif yang berperan penting dalam memperbaiki jaringan kulit termasuk pada kondisi photoaging

Kelompok yang menggunakan hASC-CM menunjukkan perbaikan signifikan pada ukuran pori-pori, keriput, noda UV, warna kulit, dan kadar kelembapan kulit dibandingkan kelompok yang tidak mendapatkan hASC-CM. Efektivitas dari modalitas ini sudah dapat diobservasi sejak kunjungan kedua yaitu pada minggu keempat dan kedelapan. hASC-CM bekerja melalui efek parakrin, yaitu dengan menghasilkan berbagai macam molekul membantu menstimulasi regenerasi sel kulit, meningkatkan produksi kolagen, dan menekan pembentukan enzim perusak kulit seperti MMP-1. Selain itu, penelitian lain menunjukkan bahwa hASC-CM dapat menghambat peradangan akibat sinar UV, memperkuat lapisan pelindung kulit, dan merangsang produksi protein penting seperti filaggrin dan hyaluronan yang menjaga kelemabapan kulit.

Selain efektif, terapi ini juga relatif aman dan hanya terdapat beeberapa laporan efek samping yang minimal, yaitu adanya kemerahan yang minimal serta kulit menjadi sedikit kering. Penelitian ini membuktikan bahwa hASC-CM mampu memperbaiki tekstur dan elastisitas kulit yang rusak akibat paparan UV dengan memperkuat barier kulit dan meningkatkan hidrasi, terapi ini membuka peluang baru bagi dunia dermatologi dan estetika. Meski hasilnya menjanjikan, diperlukan penelitian lebih lanjut untuk menilai efektivitas dan keamanan modalitas terapi ini.

Penulis: Prof. Dr. dr. Cita Rosita Sigit Prakoeswa., Sp. DVE., Subsp. DAI., MARS

Informasi lengkap dari artikel ini dapat diunduh pada:

The Effect of Human Adipose Stem Cell-Conditioned Medium (hASC-CM) in Photoaged Skin. Winawati Eka Putri, Meidyta Sinantryana Widyaswari, Cita Rosita Sigit Prakoeswa, David Sajid Muhammad, Deny Febriwijaya Romadhani, Nadia Nisaussholihah.

AKSES CEPAT