51¶¯Âþ

51¶¯Âþ Official Website

Peranan Kadar Interleukin-6 Plasma sebagai Prediktor Risiko Penyakit dan Kematian Kardiovaskular

Foto by Hello Sehat

Penyakit ginjal kronis (PGK) merupakan beban kesehatan di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Angka kejadian PGK di dunia diperkirakan mencapai 13,4%, sedangkan angka kejadian di Asia diperkirakan sebanyak 9,8% untuk negara dengan tingkat ekonomi menengah ke atas dan mencapai 13,8% pada negara dengan perekonomian menengah ke bawah. Data di Indonesia hingga tahun 2017, terdapat 27.232.922 kasus PGK yang menyebabkan kematian. Komplikasi penyakit jantung merupakan penyebab utama kematian pada PGK. Hal ini dikarenakan jantung dan ginjal merupakan dua organ yang saling berinteraksi secara hemodinamik. Gangguan pada jantung dapat menyebabkan komplikasi pada ginjal, sebaliknya, gangguan pada ginjal dapat menyebabkan komplikasi dan beban pada jantung.

Proses inflamasi atau peradangan memiliki peranan penting terhadap perburukan hingga kematian pasien PGK. Salah satu penanda inflamasi yang penting dalam hal ini adalah Interleukin-6 (IL-6). Sitokin ini dilepaskan pada kondisi infeksi akut, peradangan kronis, obesitas, dan stress fisiologis. Interleukin-6 juga berhubungan dengan aterosklerosis, penyakit kardiovaskular, dan stroke iskemik. Sitokin ini memediasi berbagai efek biologis pada dinding pembuluh darah, termasuk meningkatkan stres oksidatif, aktivsi sel imun dan endotel, meningkatkan pertumbuhan sel otot polos pembuluh darah, dan pada akhirnya akan menyebabkan disfusi endotel dan meningkatkan risiko aterosklerosis. Beberapa penelitian sebelumnya telah membuktikan peranan varasi genetik IL-6 terhadap peningkatan kadar IL-6, termasuk di antaranya polimorfisme IL-6 G174C, dimana nukleotida G berubah menjadi C. Peningkatan kadar IL-6 tersebut berkaitan dengan meningkatkan angka kematian pada pasien dengan penyakit jantung.

Penelitian yang kami lakukan di Rumah Sakit 51¶¯Âþ telah membuktikan peranan IL-6 terhadap risiko penyakit dan kematian kardiovaskular pada subjek Suku Jawa dengan PGK. Walaupun kadar IL-6 tidak secara langsung berpengaruh terhadap risiko kematian kardiovaskular, namun IL-6 memiliki pengaruh langsung terhadap peningkatan risiko penyakit jantung aterosklerosis. Peningkatan risiko penyakit jantung ini memiliki hubungan langsung dengan kematian kardiovaskular. Hal ini menunjukkan peranan tidak langsung dari kadar IL-6 terhadap risiko kematian kardiovaskular pada pasien PGK. Penyakit kardiovaskular pada PGK terutama terkait dengan aterosklerosis yang merupakan proses peradangan kronis dengan manifestasi akhir berupa penyakit jantung koroner, stroke, atau kematian jantung mendadak. Interleukin-6 merupakan penanda inflamasi yang berperan terhadap proses peradangan dan aterosklerosis pada manusia. Sitokin ini mengalami peningkatan pada pasien PGK, terutama seiring dengan progresivitas PGK. Proses ini juga berkaitan dengan stres oksidatif dan peradangan kronis yang menyebabkan terjadinya aterosklerosis pada pasien PGK. Hasil penelitian ini selaras dengan berbagai penelitian lain terkait peningkatan risiko penyakit dan kematian kardiovaskular pada pasien PGK non-hemodialisis. Interleukin-6 juga dapat mengaktivasi monosit sehingga menyebabkan penumpukan faktor pembekuan darah serta meningkatkan reseptor Low Density Lipoprotein (LDL) yang menyebabkan penumpukan lemak dan pembentukan plak aterosklerosis yang mengakibatkan penyempitan pembuluh darah. Pengaruh lain IL-6 adalah stimulasi pada serangkaian proses yang dapat menyebabkan obesitas sentral, hipertensi, dan resistensi insulin. Semua mekanisme tersebut menyebabkan IL-6 memiliki peranan penting terhadap aterosklerosis dan penyakit jantung melalui berbagai jalur.

Selain itu, kami juga menemukan keunikan distribusi genotipe polimorfisme gen IL-6 yang didominasi oleh genotipe GG/alel G pada suku Jawa. Kami hanya menemukan satu pasien dengan variasi genotipe GC maupun CC sehingga kami tidak bisa menganalisis pengaruhnya terhadap kadar IL-6. Namun demikian, berdasarkan data dari penelitian lain, didapatkan banyak bukti yang menunjukkan peranan polimorfisme gen IL-6 terhadap kadar IL-6 dan penyakit kardiovaskular, termasuk penelitian yang telah dilakukan di Jerman, Italia, dan Afrika Selatan. Di satu sisi yang lain, variasi genetik memiliki keberagaman dan perbedaan distribusi genetik pada suku dan ras yang berbeda. Penelitian ini sejalan dengan data dari genebank dan beberapa studi lain yang menunjukkan bahwa didapatkan frekuensi alel C yang rendah pada populasi Asia. Hal ini menunjukkan bahwa peranan variase genetik IL-6 pada populasi Asia, terutama suku Jawa, terhadap kadar IL-6, risiko penyakit dan kematian kardiovaskular pada pasien PGK tidak signifikan sehingga perlu dibuktikan dengan penelitian dengan skala lebih besar.     

Penulis: Citrawati Dyah Kencono Wungu dan Hendri Susilo

Dosen Fakultas Kedokteran Unair “ Rumah Sakit Unair

Artikel Ilmiah Populer ini diambil dari artikel dengan judul: The Role of Plasma Interleukin-6 Levels on Atherosclerotic Cardiovascular Disease and Cardiovascular Mortality Risk Scores in Javanese Patients with Chronic Kidney Disease yang dimuat pada jurnal ilmiah Journal of Personalized Medicine (MDPI) vol 12 tahun 2022.

Link artikel asli dapat dilihat pada:

AKSES CEPAT