Diskriminasi merupakan tindakan yang melanggar hak asasi seseorang, tidak terkecuali bagi Orang dengan HIV (ODHA). The Joint United Nations Programme on HIV and AIDS(UNAIDS) menyatakan bahwa ODHA memiliki hak atas akses pelayanan dan fasilitas yang sama dengan penduduk lainnya. Meskipun demikian, diskriminasi masih banyak dilakukan karena adanya stigma atau anggapan bahwa ODHA berbahaya karena menularkan HIV, oleh karena itu ODHA harus dijauhi. Diskriminasi didalam msyarakat menyebabkan ODHA kesulitan mendapatkan pekerjaan, mendapatkan mengakses layanan kesehatan dan pendidikan. Keluarga merupakan orang yang paling dekat dengan ODHA oleh karena itu keluarga harus menjadi sumber dukungan dan kenyamanan bagi ODHA. Namun pada kenyaaannya, banyak keluarga yang malu karena memiliki anggota keluarga yang positif HIV dan sebagian besar keluarga memilih untuk merahasiakan fakta ini. Stigma dan diskriminasi dalam konteks keluarga hadir karena kurangnya pemahaman dan akses informasi secara umum. Jumlah ODHA di Indonesia pada tahun 2018 sebanyak 640.000, dan jumlah kematian akibat AIDS sebanyak 38.000. Angka terakhir ini meningkat 60% dari tahun 2010. ODHA di Indonesia masih mengalami tingkat diskriminasi yang cukup tinggi. Sebanyak 40“50% ODHA mengalami diskriminasi di komunitasnya, dan sebanyak 67“68% mengalami diskriminasi dari keluarga dan orang terdekatnya. Berdasarkan data Survei Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2017, pada rentang usia 15“54 tahun, sikap yang menunjukkan diskriminasi oleh keluarga adalah 72,1% dan 53,95% oleh remaja putri.
Upaya pemerintah untuk menanggulangi dan meminimalkan diskriminasi terhadap ODHA yaitu pemerintah telah melakukan promosi kesehatan melalui media massa dengan sasaran masyarakat luas dan instansi pemerintah; Hal ini bertujuan untuk memberdayakan ODHA di lingkungan masyarakatnya dan mendorong seluruh warga masyarakat untuk tidak melakukan diskriminasi terhadap ODHA dalam pelayanan kesehatan, pendidikan, dan pekerjaan serta dalam kehidupan pada umumnya. Menurut penelitia menyatakan bahwa dukungan keluarga sangat penting dalam mengatasi stigma dan diksriminasi pada ODHA. Namun kajian di Indonesia tentang faktor-faktor yang berhubungan dengan diskriminasi terhadap ODHA telah dilakukan dalam konteks umum tetapi tidak secara khusus dalam konteks keluarga Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis lebih dalam terkait tentang sikap diskriminatif terhadap ODHA dalam konteks keluarga di Indonesia dari segi sosial, ekonomi dan sumber informasi, khususnya keterkaitan mengenai akses masyarakat Indonesia dalam memperoleh informasi mengenai HIV dari internet, radio, surat kabar atau majalah, televisi, profesi kesehatan, pertemuan masyarakat, seminar atau konseling, atau sekolah dan guru. Keterkaitan tersebut sebelumnya belum pernah diteliti di Indonesia
Informasi tentang HIV dan AIDS, terutama yang berasal dari berbagai sumber, membuat masyarakat cenderung tidak melakukan diskriminasi terhadap ODHA. Selain itu, perempuan lebih kecil kemungkinannya untuk melakukan diskriminasi dibandingkan laki-laki. Orang-orang yang lebih muda dengan tingkat pendidikan yang lebih rendah, terutama ketika tidak lebih tinggi dari sekolah menengah, lebih mungkin untuk melakukan diskriminasi dibandingkan dengan orang-orang dari usia yang lebih tua dengan tingkat pendidikan yang lebih tinggi. Temuan ini dapat dikaitkan dengan tingkat pengetahuan dan akses mereka terhadap informasi. Akhirnya, keluarga yang tinggal di daerah pedesaan cenderung tidak melakukan diskriminasi dibandingkan dengan mereka yang tinggal di daerah perkotaan. Hasil penelitian ini ditemukan bahwa, semakin muda usia dan semakin rendah tingkat pendidikan responden, semakin besar kemungkinan mereka memiliki sikap diskriminatif dalam keluarga. Harapannya dengan adanya hasil penelitian ini dapat menjadi salah satu pertimbangan bagi pemerintah agar dapat merancang kebijakan untuk mengatasi diskriminasi keluarga yang dihadapi oleh ODHA, khususnya tentang promosi pendidikan tentang HIV dan AIDS.
Penulis: Nursalam, Tintin Sukartini, Heri Kuswanto, Setyowati, Devi Mediarti, Rosnani, Rifky Octavia Pradipta, Masunatul Ubudiyah, Dluha Mafula, Sirikanok Klankhajhon,Hidayat Arifin. Link Jurnal:





