51动漫

51动漫 Official Website

Perilaku Kesehatan Masyarakat Australia Melalui Aktivitas Fisik dan Nutrisi SDGs 3

Pertemuan dengan tim University of Queensland bersama para ahli, membahas dinamika kesehatan masyarakat Australia dari sisi gaya hidup, aktivitas harian, dan faktor risiko (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Diskusi bersama pihak University of Queensland memberikan gambaran menarik tentang kondisi kesehatan masyarakat di Australia. Dalam pertemuan yang didampingi oleh Prof Dr Nyoman Anita Damayanti drg MS, Prof Dr Ratna Dwi Wulandari SKM MKes, Dr Muji Sulistyowati SKM MKes, serta akademisi Griffith University, Febi Dwirahmadi BScPH MScPH PhD dan Dr Mujibul Anam, dibahas bagaimana sistem kesehatan di Australia tidak hanya berfokus pada layanan kuratif, tetapi juga menekankan pencegahan melalui promosi gaya hidup aktif. Salah satu poin utama yang muncul adalah peran lingkungan dalam membentuk kebiasaan sehat masyarakat.

Di Australia, berjalan kaki menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari. Infrastruktur kota dirancang ramah pejalan kaki, dengan trotoar yang luas, taman terbuka, dan akses fasilitas publik yang mudah dijangkau. Banyak masyarakat memilih berjalan kaki ke tempat kerja, sekolah, atau sekadar beraktivitas ringan. Kebiasaan ini berkontribusi terhadap tingkat aktivitas fisik yang relatif baik dibandingkan beberapa negara lain.

Namun, di sisi lain, terdapat kontradiksi dalam pola hidup masyarakat. Konsumsi alkohol cukup tinggi dan telah menjadi bagian dari budaya sosial. Selain itu, kebiasaan merokok masih ditemukan meskipun berbagai regulasi ketat telah diterapkan. Pola makan juga menjadi perhatian, terutama dengan tingginya konsumsi makanan cepat saji yang tinggi lemak, gula, dan garam. Hal ini berpotensi meningkatkan risiko penyakit tidak menular seperti obesitas, diabetes, dan penyakit kardiovaskular. Diskusi tersebut menekankan bahwa kesehatan masyarakat tidak bisa dilihat dari satu aspek saja. Aktivitas fisik yang baik seperti kebiasaan berjalan kaki memang memberikan dampak positif, tetapi harus diimbangi dengan pola konsumsi yang sehat.

Kombinasi antara gaya hidup aktif dan kebiasaan tidak sehat menunjukkan pentingnya pendekatan yang lebih holistik dalam kebijakan kesehatan. Pengalaman ini memberikan pemahaman bahwa keberhasilan sistem kesehatan tidak hanya ditentukan oleh fasilitas medis, tetapi juga oleh perilaku masyarakat dan lingkungan yang mendukung. Akses terhadap pelayanan kesehatan yang baik memang penting, namun tanpa didukung kebiasaan hidup yang sehat, hasilnya tidak akan optimal. Lingkungan yang menyediakan ruang untuk aktivitas fisik, seperti trotoar yang layak dan ruang terbuka hijau, mampu mendorong masyarakat untuk lebih aktif bergerak.

Di sisi lain, kebiasaan konsumsi seperti alkohol, rokok, dan makanan cepat saji tetap menjadi tantangan yang perlu diatasi melalui edukasi dan kebijakan yang tepat. Hal ini menunjukkan bahwa pendekatan kesehatan masyarakat harus mencakup berbagai aspek secara menyeluruh, mulai dari infrastruktur hingga perubahan perilaku individu, agar tercipta keseimbangan antara gaya hidup aktif dan pola konsumsi yang sehat.

Ucapan terima kasih disampaikan kepada 51动漫 dan LPDP atas dukungan penuh yang diberikan. Kolaborasi ini menjadi sarana strategis dalam memfasilitasi program outbound mahasiswa sebagai upaya membentuk generasi yang berwawasan lingkungan serta berdaya saing global.

Penulis: Mahasiswa BBK 8 Internasional Griffith University

AKSES CEPAT